TULISAN INI BERHASIL MENJADI PEMENANG FAVORIT  KOMPASIANA   BLOG COMPETITION KACANG GARUDA SERTA MENDAPAT LABEL "ARTIKEL UTAMA (H...

Awalnya Hanya Tukang Cat Jalan, Kini Ia Berlaga di Piala Dunia 2018

TULISAN INI BERHASIL MENJADI PEMENANG FAVORIT KOMPASIANA BLOG COMPETITION KACANG GARUDA

SERTA MENDAPAT LABEL "ARTIKEL UTAMA (HEADLINE)", DAN LABEL "PILIHAN (HIGHLIGHT)" DI KOMPASIANA.COM

“A dream doesn’t become reality through magic: it takes sweat, determination and hard work”
- Colin Powell

KACANG Garuda masih berada di pelukan tangan, sementara mata dan fokus pikiran tertuju kepada  layar televisi yang memainkan perempat final Piala Dunia Russia 2018, Brasil kontra Belgia. Hingga menit ke ‘80 Brasil masih tertinggal 0 - 2.

Namun entah mengapa mulut sedari tadi “menganga” saat mata ini tertuju pada pemain muda bernomor punggung sembilan yang memperlihatkan kelihaiannya dalam memainkan bola, tidak lain dia adalah ‘Gabriel Jesus’. Sebuah nama yang baru-baru ini mulai intim terdengar sebagai bintang muda baru dalam dunia sepakbola. 

Di Piala Dunia 2014 nama Gabriel Jesus tidak pernah tercatat di dalam starting lineup timnas Brasil, dia juga tidak pernah duduk di bangku cadangan saat Neymar memamerkan skill-nya di sepanjang pertandingan Piala Dunia Brasil 2014. Di Piala Dunia 2014 Gabriel Jesus justru ‘asyik’ mengecat jalanan untuk Brasil, namun siapa sangka kini di Piala Dunia 2018 dia bermain untuk Brasil. Tidak ada yang pernah membayangkan pemuda tanpa alas kaki dengan celana pendek yang sedang mengecat jalanan tersebut berhasil berubah menyihir dirinya menjadi seorang wonderkid teranyar yang mencuat di dunia sepakbola akhir-akhir ini.

Bersinar bersama Manchester City

Pemain yang mengaku mengidolakan Ronaldo ini, sebelumnya pernah menjadi pemain terbaik Liga Brasil 2016 dan membawa Palmeiras menjadi kampiun Liga Brasil di musim yang sama sekaligus mengakhiri puasa gelar Liga Brasil sejak 1994, membuat Manchester City “kepincut” untuk meminangnya.

Berbekal nomor punggung 33 yang tetap ia bawa dari Palmeiras, namanya semakin melambung di Manchester City seiring striker utama Sergio Kun Aguero mulai kesulitan untuk mencetak gol namun justru mudah untuk cedera. Pep Guardiola pun mulai “lirik-lirikan” dengan Gabriel Jesus, alhasil Gabriel Jesus mulai sering diplot sebagai striker utama. Puncaknya saat nama Gabriel Jesus menjadi headline Daily Mail, dengan gagah terpampang judul yang amat classy, “Jesus Save City”, setelah golnya di babak injury time menjadi penentu kemenangan saat menjamu Swansea City tahun lalu.

Walaupun sempat kesulitan beradaptasi dengan Manchester City, namun tak butuh waktu lama bagi pemain yang direkrut seharga 27 Juta Poundsterling untuk menjadi bintang muda di klubnya. Tercatat sejauh ini dia berhasil mengumpulkan 24 gol dan 10 assist untuk Manchester City dan mengantarkan klubnya menjadi juara Liga Primer Inggris 2017/2018.

Lebih dari sekedar “Neymar Baru”


Nomor punggung ‘9’ bagi Timnas Brasil merupakan keramat bahkan tanggung jawab bagi pemakainya. Bahkan hingga kini belum ada yang sukses melampaui kehebatan Ronaldo Luis  Nazario setelah nomor tersebut diwariskan. Kini pewaris nomor ‘sakral’ tersebut diserahkan kepada seorang pemuda dari kampung, Gabriel Jesus.

Namun Ronaldo pernah mengatakan bahwa ketika dia melihat Gabriel Jesus itu seperti melihat dirinya sendiri penuh dengan kesamaan. Bek senior Brasil Dani Alves pun juga menilai jika Gabriel Jesus merupakan ‘titisan’ dari Ronaldo Luis Nazario, bahkan dia juga berani berkata, “Saya sedang tak bercanda ketika saya memanggilnya (Gabriel Jesus) sebagai Ronaldo baru. Dia saat ini saja sudah baik dan akan semakin baik lagi” seperti yang dikutip oleh Sky Sport.

Sedangkan Ronaldinho menyebut Gabriel Jesus sebagai calon pemain dunia terbaik masa depan menggantikan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang sudah terdepak dari Piala Dunia (baca: yang sudah tak muda lagi). Terbukti jika dibandingkan, bomber 21 tahun itu telah mendulang 50 gol hanya dengan melewati 118 petandingan bersama Palmeiras, Manchester City, dan Tim Samba. 

Sedangkan Messi baru bisa mencatat 50 gol setelah melewati 124 penampilan untuk Barcelona dan Timnas Argentina. Bahkan Christiano Ronaldo membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencetak 50 gol dalam karier profesionalnya, 50 gol dalam 221 laga. Statistik gemilang ini menguatkan jaminan Ronaldinho, bahkan bukan tak masuk akal jika Gabriel Jesus akan mencatatkan namanya dalam deretan pemain peraih Ballon d’Or.

Hal tersebut juga disetujui oleh Tite asrsitek Timnas Brasil yang berani ber-statement jika Gabriel Jesus akan memenangi Ballon d’Or setelah tiga tahun bergabung dengan Manchester City nanti. Tak berbeda jauh, legenda Brasil Pele yang juga pernah bersinar sejak muda bahkan yakin jika Gabriel Jesus sudah bisa melampaui Neymar sebagai aset utama Brasil .

***

Tanpa sadar Kacang Garuda yang sedari tadi menemani telah habis, di saat sedang membuka Kacang Garuda yang baru tiba-tiba, “Penalti woiii Penaltiiii!” Teriak seisi rumah yang sedari tadi ‘geregetan’ karena Brasil tak kunjung menyamakan kedudukan disusul teriakan saya yang tak kalah kencang. 

Gabriel Jesus meliak-liuk menggiring berhasil melewati ‘selangkangan’ Jan Vertonghen, lalu dijatuhkan oleh Vincent Kompany di kotak penalti namun wasit tetap tidak menunjuk titik putih, bukan pelanggaran!

Gabriel Jesus pun ditarik keluar lapangan digantikan oleh Douglas Costa. Meskipun Renato Augusto sempat memperingan beban menjadi 1-2 namun peluit panjang tanda akhir pertandingan lebih dahulu tertiup sebelum Brasil sempat menyamakan kedudukan, hal ini sekaligus mengakhiri perjuangan Brasil di Piala Dunia 2018.

Gabriel Jesus gagal? Tidak!

You made the grade bruh!

This is just a beginning! Don’t give up! 

***

Mimpinya meraih Piala Emas 18 Karat

Dia tak memiliki kekuatan seperti Sangkuriang yang dapat membuat kapal dalam semalam, ataupun  Bandung Bondowoso yang membangun 1000 Candi dalam semalam, kesuksesan Gabriel Jesus tidak ia ukir dalam semalam saja. Bukan sebuah sihir, melainkan kerja keras, keringat, tekad dan dedikasi tinggi yang membuatnya seakan mendapat Golden Ticket untuk menjadi bintang muda baru bagi Brasil dan Manchester City.

Tak heran jika Zico sang legenda Brasil juga memuji kerja kerasnya, memang benar dan tak salah alamat pujian tersebut pantas diberikan kepada Gabriel Jesus. Keikhlasannya untuk mengecat jalanan demi mmenjadikan Brasil sebagai tuan rumah Piala Dunia yang baik adalah bentuk dedikasinya kepada sepakbola. Dia justru terjebak dalam euphoria dan kebahagiaan ditengah banyaknya penolakan dari sebagian warga Brasil untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 saat itu. 


Unggahan foto Gabriel Jesus di akun instagramnya yang memperlihatkan saat-saat ia mengecat jalanan di Piala Dunia Brasil 2014, menunjukkan bahwa dia tetap tidak akan pernah menjadi kacang yang lupa kulitnya, begitu rendah hati. Foto tersebut secara tak langsung juga mengisyaratkan sebuah mimpi besar untuk bermain dan memenangkan Piala Dunia.

Satu hal yang masih teringat dari semangat luar biasa seorang Gabriel Jesus, “ Saya akan menjadi salah satu favelados (anak kampung) yang menaklukkan dunia. Saya akan membuat Ibu saya sangat bangga kepada saya”.

Meskipun di Piala Dunia pertamanya dia gagal mengangkat trofi emas 18 karat tersebut, namun empat tahun lagi di usia produktif Gabriel Jesus yang disusul matangnya usia rekan Tim Samba lainnya macam Coutinho dan Neymar, bukan tidak mungkin Gabriel Jesus dapat meraih mimpinya mengangkat trofi Piala Dunia Bersama Tim Samba.

***

Hikmah yang kita dapat disini adalah kita harus segera memulai mengecat jalanan untuk menggapai kesuksesan. 

Oh… bukan itu,

Yang sejati adalah, Don’t ever stop dreaming! Gabriel Jesus telah membuktikan bahwa “Mustahil” merupakan sebuah kata yang sama sekali tidak masuk akal di dunia ini. So jangan pernah lelah untuk bekerja keras demi menggapai mimpi dan yang tak kalah penting jangan nonton bola tanpa Kacang Garuda  😊

Think and Feel it!

NEXT⏩

1 comment:

loading...