…             “Bukankah menjadi Kupu-kupu lebih indah dan menyenangkan Adisa? Terbang bersama kawan-kawan cantik lainnya, berdamai ...

Rajawali di antara Kupu-kupu



            “Bukankah menjadi Kupu-kupu lebih indah dan menyenangkan Adisa? Terbang bersama kawan-kawan cantik lainnya, berdamai bersama bunga-bunga di taman.” Malik tak dapat menahan untuk tidak mendebat Adisa.

Adisa pun mengarahkan telunjuknya ke arah langit, membidik tepat kepada seekor Rajawali.

“Kau lihat Rajawali yang terbang tinggi itu. Kau tahu Malik? Kau tak akan pernah dapat terbang setinggi itu hanya dengan sepasang sayap Kupu-kupu.” Adisa memahamkan.

“Tapi Adisa, Rajawali selalu dibenci. Dia dibenci oleh setiap induk Ayam, setiap Ular yang berkeliaran, setiap Tikus yang mencari makan.” Malik tetap tidak puas.

“Malik, aku bukan sedang memberitahumu tentang keegoisan, kesombongan, atau untuk bersikap individualis. Kau tidak memahami Malik, Rajawali memangsa anak Ayam, Tikus, bahkan Ular sekalipun bukan untuk perutnyanya sendiri, ada keluarga yang harus dihidupi,” tungkas Adisa.

 “Pilihanku untuk tidak memilih berdamai dengan sahabat-sahabat yang dulu pernah mengkhianatiku bukan karena paru-paruku tak dapat menerima udara kedamaian, namun ada yang lebih penting dari itu. Harga diriku, cita-citaku, impianku, tak dapat dihantui dengan resiko peluang mereka untuk berkhianat kembali. Aku ingin terbang tinggi, aku ingin membahagiakan keluargaku, biarlah gunjingan mereka dari belakangku mendorong diriku untuk bergerak maju.” Lanjut Adisa.

“Baiklah aku akan mengikutimu untuk menjadi seekor Rajawali.” Jawab Malik mengalah.

Adisa tertawa kecil, tersenyum menatap kedua mata Malik.

“Menjadi seekor Rajawali pun tidak semudah itu, Malik”

Rajawali di antara Kupu-Kupu
M.A. Marsa, 2018
Coming soon…

0 komentar:

TULISAN INI BERHASIL MENDAPAT LABEL "PILIHAN (HIGHLIGHT)" DI  KOMPASIANA.COM INDONESIA masih berumur remaja saat menyel...

Asian Games 2018 Milik Kita Bersama


TULISAN INI BERHASIL MENDAPAT LABEL "PILIHAN (HIGHLIGHT)" DI KOMPASIANA.COM


INDONESIA masih berumur remaja saat menyelenggarakan Asian Games 1962, namun tekad luar biasa Soekarno pada saat itu bukan membiarkan Indonesia menjadi remaja yang labil, melainkan sebagai seorang remaja yang kuat, besar dan berdaulat.

Asian Games keempat saat itu tidak lain dijadikan sebagai media pembangun karakter bangsa mengingat Indonesia yang belum lama merdeka. Penyelenggaraan Asian Games IV tahun 1962 bukan hanya cukup dalam berhasil membangun infrastruktur yang ciamik dan mumpuni, putra-putri terbaik bangsa berhasil menempatkan Indonesia di posisi kedua dengan total 77 medali di bawah Jepang yang hingga kini prestasi tersebut belum pernah terulang kembali. Asian Games 1962 membuktikan Indonesia sebagai negara tuan rumah yang berhasil, sekaligus menjadikan bangsa ini sebagai bintang pedoman bagi bangsa-bangsa di Asia.

Namun satu hal yang tak bisa lepas dari kenangan Asian Games 1962 yang sempat diistilahkan sebagai tahun-tahun kemenangan saat itu adalah gotong-royong rakyat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan keikhlasan setiap insan rakyat Indonesia yang rela memeras keringat demi suksesnya perhelatan akbar tersebut.

Semangat kebersamaan dan gotong-royong itu ternyata masih mengalir di dalam darah dan sanubari rakyat Indonesia meski telah berlalu 56 tahun lamanya. Semangat tersebut diwariskan menjadi sebuah energi yang diadopsi dalam sebuah kebanggaan akan diamanatkannya kembali perhelatan agung olahraga bangsa-bangsa se-Asia.

Bukan pamrih yang diharap, namun harga diri dan martabat bangsa yang menjadi taruhannya. Kita semua sepakat untuk menjadikan olahraga sebagai salah satu alat perjuangan bangsa, sebuah tekad menjadikan pesta olahraga terbesar se-Asia ini sebagai salah satu kebanggaan milik kita bersama, sebuah ajang pembuktian bahwa bangsa kita adalah bangsa yang besar dan bermartabat.

Bangga Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018

Logo Asian Games 2018. Sumber: asiangames2018.id


Asian Games 2018 adalah sebuah langkah ciamik untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia, memperlihatkan budaya, keindahan alam, serta harga diri bangsa melalui prestasi-prestasi. Kita bukan hanya dituntut untuk berhasil dalam melaksanakan dan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, lebih dari itu. Ada sebuah tuntutan untuk memperlihatkan kesatuan dan persatuan bangsa ini. Bahu-membahu antar komponen bangsa, mulai dari pemerintah hingga rakyat. Seluruh elemen masyarakat mulai dari yang tua hingga yang muda baik akademisi maupun praktisi. 

Sebuah kebanggaan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 harus diukir dalam gairah serta hasrat luar biasa dalam menyambut, menyelenggarakan, mendukung dan memeriahkan Asian Games ke-18 ini. Seluruh komponen dan elemen bangsa harus merasa memiliki Asian Games, dengan turut berkontribusi, memberikan sumbangsih energi. Sebuah energi khas Nusantara tidak lain adalah energi Gotong-royong yang wajib untuk hadir secara masif agar penyelenggaraan Asian Games 2018 berjalan tanpa hambatan. 

Asian Games 2018 Milik Kita Bersama

Maskot Asian Games 2018: Bhin Bhin, Kaka, dan Atung.
Yang mempresentasikan semangat Asian Games 2018 dalam sebuah strategi, kekuatan dan kecepatan. Sumber: asiangames2018.id

Rasa bangga akan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 harus terpupuk dalam jiwa sanubari insan rakyat Indonesia mengingat ajang yang agung ini bukan hanya milik Pemerintah, Presiden, Menteri olahraga, elite politik, maupun atlet yang bertanding saja, melainkan milik kita bersama.

Kesuksesan Asian games merupakan kesuksesan kita bersama, bukan hanya kesuksesan yang dirasakan segelintir orang saja, bukan pemerintah, panitia penyelenggara ataupun atlet yang dikalungkan medali, karena jelas sekali lagi tak bosan penulis meyakinkan bahwa Asian Games 2018 Milik Kita Bersama.

Asian Games yang dilaksanakan di kampung halaman sendiri ini menunjukkan sebuah realita bahwa perhelatan ini bukan hanya dinikmati sekelompok kalangan. Imbas keuntungan dari pelaksanaan Asian Games 2018 juga akan dirasakan kita bersama. Hal tersebut disetujui dengan sebuah dampak ekonomi yang besar. Dampak tersebut diadopsi dalam keikutsertaan usaha kecil menengah yang diberikan kesempatan untuk ikut hadir memeriahkan Asian Games 2018. Jelas adalah sebuah langkah ciamik bagi usaha kecil menengah, serta produk kreatif dalam negeri lainnya untuk memperkenalkan diri kepada dunia internasional khususnya kepada bangsa-bangsa Asia. 

Duta-duta olahraga yang akan hadir untuk bertanding serta supporter dari negara-negara Asia yang turut mendukung atlet-atletnya bertanding akan dikenalkan kepada keindahan alam dan sektor pariwisata yang membentang dari Sabang sampai Merauke, belum lagi investasi infrastruktur pendukung serta operasionalisasi. Kita bersama akan merasakan dampak ekonomi yang hebat.

Apapun agama, ras, suku, golongan, pandangan politik, akan mendapatkan dampak positif dari penyelenggaraan Asian Games baik secara langsung maupun tidak langsung. Alasan-alasan tersebut meyakinkan kita bahwa sudah seharusnya kita bangga dengan penyelenggaraan Asian Games yang kembali diamanatkan kepada negeri kita Indonesia.

Sudah sepatutnya bagi kita untuk memperlihatkan persatuan demi suksesnya Asian Games 2018. Para duta olahraga, putra putri terbaik bangsa yang bertanding di rumah mereka sendiri memiliki hak untuk merasakan persatuan dan dukungan kita bersama. Medali-medali yang mereka dapatkan bukan hanya untuk dinikmati secara pribadi melainkan akan menjadi kebanggaan untuk kita semua.

Ambisi Bung Karno seorang pendiri bangsa yang memperjuangkan penyelenggaraan Asian games pertama yang digelar di negeri sendiri harus kembali ditularkan kepada kita sebagai pemegang tonggak estafet kejayaan bangsa. Asian games yang digagas Soekarno bukan hanya sebatas mencari keuntungan namun tujuan yang lebih agung yakni mewujudkan cita-cita serta kemajuan bangsa. Sebab jika ajang supremasi olahraga tertinggi di Asia ini gagal, maka kita bersama pula lah yang akan menuai imbas malunya.

Ruang perbedaan harus sementara dikosongkan, untuk menyatukan Indonesia tanpa membedakan agama, ras, etnis, suku, golongan, kelas sosial maupun pandangan politik untuk dialihkan kepada ruang persatuan kebangsaan yang akan ditemukan melalui jalan perjuangan olahraga. Melalui prestasi yang kita dukung tersebut Indonesia akan menjadi sejajar dengan tegak berdiri bersama dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Olahraga jelas tak bisa dipisahkan dari tujuan mulia untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat serta perjuangan bangsa.

Asian Games memang tepat digunakan sebagai media pembentuk karakter bangsa, serta sarana pemersatu bangsa. Perdebatan yang terjadi yang menimbulkan sedikit keretakan bangsa akhir-akhir ini harus segera dialihkan kepada penyatuan suara tentang Asian Games yang menjadi kebanggaan kita bersama.

Tak juga dapat terlupakan bahwa pembangunan infrastruktur Asian Games 2018 juga merupakan sebuah ajang pembawa manfaat jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Terbukti saksi bisu sejarah yang dibangun pada Asian Games 1962 macam Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jalan Thamrin, Jalan Gatot Subroto, dan Jembatan Semanggi, serta tak kalah agung Patung Selamat Datang yang menghiasi Bundaran Hotel Indonesia hingga Stasiun Televisi TVRI yang memulai mengudara untuk meliput Asian Games saat itu, masih dapat dirasakan manfaatnya hingga 56 tahun lamanya. Maka tak pelak jika infrastruktur Asian Games 2018 pun dimaksudkan agar dapat dimanfaatkan oleh anak-anak bangsa di masa yang akan datang, untuk kita bersama demi kemajuan Indonesia.

“Asian Games bukan hanya terbatas pertandingan olahraga, tetapi juga mengusung harga diri bangsa. Even olahraga dapat digunakan medium membentuk karakter bangsa”- Bung Karno
Masih terngiang dengan baik dalam pendengaran kita tentang pernyataan Bung Karno tersebut. Menjadi sebuah bukti serta alasan bagi kita untuk bangga serta mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. Harga diri serta harkat dan martabat bangsa menjadi taruhan dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 ini, maka jelas sudah seharusnya kita teriakkan bersama bahwa kita bangga mendukung Asian Games, dan jadilah bagian dari sejarah besar penyelenggaraan Asian Games 2018. 

Sebab Asian Games 2018 adalah Milik Kita Bersama.

#dukungbersama #asiangames2018

0 komentar:

TULISAN INI BERHASIL MENJADI PEMENANG FAVORIT  KOMPASIANA   BLOG COMPETITION KACANG GARUDA SERTA MENDAPAT LABEL "ARTIKEL UTAMA (H...

Awalnya Hanya Tukang Cat Jalan, Kini Ia Berlaga di Piala Dunia 2018

TULISAN INI BERHASIL MENJADI PEMENANG FAVORIT KOMPASIANA BLOG COMPETITION KACANG GARUDA

SERTA MENDAPAT LABEL "ARTIKEL UTAMA (HEADLINE)", DAN LABEL "PILIHAN (HIGHLIGHT)" DI KOMPASIANA.COM

“A dream doesn’t become reality through magic: it takes sweat, determination and hard work”
- Colin Powell

KACANG Garuda masih berada di pelukan tangan, sementara mata dan fokus pikiran tertuju kepada  layar televisi yang memainkan perempat final Piala Dunia Russia 2018, Brasil kontra Belgia. Hingga menit ke ‘80 Brasil masih tertinggal 0 - 2.

Namun entah mengapa mulut sedari tadi “menganga” saat mata ini tertuju pada pemain muda bernomor punggung sembilan yang memperlihatkan kelihaiannya dalam memainkan bola, tidak lain dia adalah ‘Gabriel Jesus’. Sebuah nama yang baru-baru ini mulai intim terdengar sebagai bintang muda baru dalam dunia sepakbola. 

Di Piala Dunia 2014 nama Gabriel Jesus tidak pernah tercatat di dalam starting lineup timnas Brasil, dia juga tidak pernah duduk di bangku cadangan saat Neymar memamerkan skill-nya di sepanjang pertandingan Piala Dunia Brasil 2014. Di Piala Dunia 2014 Gabriel Jesus justru ‘asyik’ mengecat jalanan untuk Brasil, namun siapa sangka kini di Piala Dunia 2018 dia bermain untuk Brasil. Tidak ada yang pernah membayangkan pemuda tanpa alas kaki dengan celana pendek yang sedang mengecat jalanan tersebut berhasil berubah menyihir dirinya menjadi seorang wonderkid teranyar yang mencuat di dunia sepakbola akhir-akhir ini.

Bersinar bersama Manchester City

Pemain yang mengaku mengidolakan Ronaldo ini, sebelumnya pernah menjadi pemain terbaik Liga Brasil 2016 dan membawa Palmeiras menjadi kampiun Liga Brasil di musim yang sama sekaligus mengakhiri puasa gelar Liga Brasil sejak 1994, membuat Manchester City “kepincut” untuk meminangnya.

Berbekal nomor punggung 33 yang tetap ia bawa dari Palmeiras, namanya semakin melambung di Manchester City seiring striker utama Sergio Kun Aguero mulai kesulitan untuk mencetak gol namun justru mudah untuk cedera. Pep Guardiola pun mulai “lirik-lirikan” dengan Gabriel Jesus, alhasil Gabriel Jesus mulai sering diplot sebagai striker utama. Puncaknya saat nama Gabriel Jesus menjadi headline Daily Mail, dengan gagah terpampang judul yang amat classy, “Jesus Save City”, setelah golnya di babak injury time menjadi penentu kemenangan saat menjamu Swansea City tahun lalu.

Walaupun sempat kesulitan beradaptasi dengan Manchester City, namun tak butuh waktu lama bagi pemain yang direkrut seharga 27 Juta Poundsterling untuk menjadi bintang muda di klubnya. Tercatat sejauh ini dia berhasil mengumpulkan 24 gol dan 10 assist untuk Manchester City dan mengantarkan klubnya menjadi juara Liga Primer Inggris 2017/2018.

Lebih dari sekedar “Neymar Baru”


Nomor punggung ‘9’ bagi Timnas Brasil merupakan keramat bahkan tanggung jawab bagi pemakainya. Bahkan hingga kini belum ada yang sukses melampaui kehebatan Ronaldo Luis  Nazario setelah nomor tersebut diwariskan. Kini pewaris nomor ‘sakral’ tersebut diserahkan kepada seorang pemuda dari kampung, Gabriel Jesus.

Namun Ronaldo pernah mengatakan bahwa ketika dia melihat Gabriel Jesus itu seperti melihat dirinya sendiri penuh dengan kesamaan. Bek senior Brasil Dani Alves pun juga menilai jika Gabriel Jesus merupakan ‘titisan’ dari Ronaldo Luis Nazario, bahkan dia juga berani berkata, “Saya sedang tak bercanda ketika saya memanggilnya (Gabriel Jesus) sebagai Ronaldo baru. Dia saat ini saja sudah baik dan akan semakin baik lagi” seperti yang dikutip oleh Sky Sport.

Sedangkan Ronaldinho menyebut Gabriel Jesus sebagai calon pemain dunia terbaik masa depan menggantikan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang sudah terdepak dari Piala Dunia (baca: yang sudah tak muda lagi). Terbukti jika dibandingkan, bomber 21 tahun itu telah mendulang 50 gol hanya dengan melewati 118 petandingan bersama Palmeiras, Manchester City, dan Tim Samba. 

Sedangkan Messi baru bisa mencatat 50 gol setelah melewati 124 penampilan untuk Barcelona dan Timnas Argentina. Bahkan Christiano Ronaldo membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencetak 50 gol dalam karier profesionalnya, 50 gol dalam 221 laga. Statistik gemilang ini menguatkan jaminan Ronaldinho, bahkan bukan tak masuk akal jika Gabriel Jesus akan mencatatkan namanya dalam deretan pemain peraih Ballon d’Or.

Hal tersebut juga disetujui oleh Tite asrsitek Timnas Brasil yang berani ber-statement jika Gabriel Jesus akan memenangi Ballon d’Or setelah tiga tahun bergabung dengan Manchester City nanti. Tak berbeda jauh, legenda Brasil Pele yang juga pernah bersinar sejak muda bahkan yakin jika Gabriel Jesus sudah bisa melampaui Neymar sebagai aset utama Brasil .

***

Tanpa sadar Kacang Garuda yang sedari tadi menemani telah habis, di saat sedang membuka Kacang Garuda yang baru tiba-tiba, “Penalti woiii Penaltiiii!” Teriak seisi rumah yang sedari tadi ‘geregetan’ karena Brasil tak kunjung menyamakan kedudukan disusul teriakan saya yang tak kalah kencang. 

Gabriel Jesus meliak-liuk menggiring berhasil melewati ‘selangkangan’ Jan Vertonghen, lalu dijatuhkan oleh Vincent Kompany di kotak penalti namun wasit tetap tidak menunjuk titik putih, bukan pelanggaran!

Gabriel Jesus pun ditarik keluar lapangan digantikan oleh Douglas Costa. Meskipun Renato Augusto sempat memperingan beban menjadi 1-2 namun peluit panjang tanda akhir pertandingan lebih dahulu tertiup sebelum Brasil sempat menyamakan kedudukan, hal ini sekaligus mengakhiri perjuangan Brasil di Piala Dunia 2018.

Gabriel Jesus gagal? Tidak!

You made the grade bruh!

This is just a beginning! Don’t give up! 

***

Mimpinya meraih Piala Emas 18 Karat

Dia tak memiliki kekuatan seperti Sangkuriang yang dapat membuat kapal dalam semalam, ataupun  Bandung Bondowoso yang membangun 1000 Candi dalam semalam, kesuksesan Gabriel Jesus tidak ia ukir dalam semalam saja. Bukan sebuah sihir, melainkan kerja keras, keringat, tekad dan dedikasi tinggi yang membuatnya seakan mendapat Golden Ticket untuk menjadi bintang muda baru bagi Brasil dan Manchester City.

Tak heran jika Zico sang legenda Brasil juga memuji kerja kerasnya, memang benar dan tak salah alamat pujian tersebut pantas diberikan kepada Gabriel Jesus. Keikhlasannya untuk mengecat jalanan demi mmenjadikan Brasil sebagai tuan rumah Piala Dunia yang baik adalah bentuk dedikasinya kepada sepakbola. Dia justru terjebak dalam euphoria dan kebahagiaan ditengah banyaknya penolakan dari sebagian warga Brasil untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 saat itu. 


Unggahan foto Gabriel Jesus di akun instagramnya yang memperlihatkan saat-saat ia mengecat jalanan di Piala Dunia Brasil 2014, menunjukkan bahwa dia tetap tidak akan pernah menjadi kacang yang lupa kulitnya, begitu rendah hati. Foto tersebut secara tak langsung juga mengisyaratkan sebuah mimpi besar untuk bermain dan memenangkan Piala Dunia.

Satu hal yang masih teringat dari semangat luar biasa seorang Gabriel Jesus, “ Saya akan menjadi salah satu favelados (anak kampung) yang menaklukkan dunia. Saya akan membuat Ibu saya sangat bangga kepada saya”.

Meskipun di Piala Dunia pertamanya dia gagal mengangkat trofi emas 18 karat tersebut, namun empat tahun lagi di usia produktif Gabriel Jesus yang disusul matangnya usia rekan Tim Samba lainnya macam Coutinho dan Neymar, bukan tidak mungkin Gabriel Jesus dapat meraih mimpinya mengangkat trofi Piala Dunia Bersama Tim Samba.

***

Hikmah yang kita dapat disini adalah kita harus segera memulai mengecat jalanan untuk menggapai kesuksesan. 

Oh… bukan itu,

Yang sejati adalah, Don’t ever stop dreaming! Gabriel Jesus telah membuktikan bahwa “Mustahil” merupakan sebuah kata yang sama sekali tidak masuk akal di dunia ini. So jangan pernah lelah untuk bekerja keras demi menggapai mimpi dan yang tak kalah penting jangan nonton bola tanpa Kacang Garuda  ๐Ÿ˜Š

Think and Feel it!

NEXT⏩

1 komentar:

TULISAN INI BERHASIL MENDAPAT LABEL "PILIHAN (HIGHLIGHT)" DI  KOMPASIANA.COM “Asian Games bukan hanya terbatas pertandin...

Dari Ujung Timur Pulau Jawa Dukung Bersama Asian Games 2018



TULISAN INI BERHASIL MENDAPAT LABEL "PILIHAN (HIGHLIGHT)" DI KOMPASIANA.COM

“Asian Games bukan hanya terbatas pertandingan olahraga, tetapi juga mengusung harga diri bangsa. Even olahraga dapat digunakan medium membentuk karakter bangsa”

- Bung Karno

LIMA ribu ekor burung merpati, seribu seratus penari pendet yang khusus didatangkan dari Bali menjadi saksi kemeriahan pembukaan hajatan olahraga ter-akbar di Benua Asia, menasbihkan wajah Indonesia sebagai sebuah negara yang ‘pemberani’ walau saat itu umurnya masih 17 tahun.

Sebuah tekad yang menggemparkan dunia karena bangsa ini saat itu belum lama merdeka, sebuah gagasan membangun stadion termegah di Asia di akhir 50-an adalah gagasan ‘pemberani’, sebuah mandat dari terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games keempat pada tahun 1962. Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jembatan Semanggi, Hotel Indonesia serta patung-patung artistik dibangun tertata indah di sepanjang mata memandang Jakarta, berdiri gagah memperlihatkan Indonesia dengan segala kehebatannya.

Sumber: Bappeda Banyuwangi
Tak hanya cukup dalam berhasil membangun infrastruktur yang ciamik dan mumpuni, putra-putri terbaik bangsa berhasil menempatkan Indonesia di posisi kedua dengan total 77 medali di bawah Jepang yang hingga kini prestasi tersebut belum pernah terulang kembali.

Puncaknya Asian Games pertama yang diadakan di negeri pertiwi pun ditutup oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, sekaligus membuktikan Indonesia sebagai negara tuan rumah yang berhasil. Asian Games 1962 sukses mengenalkan sekaligus menjadikan bangsa ini sebagai bintang pedoman bagi bangsa-bangsa di Asia.

Mewariskan Sebuah Energi Kepada Asian Games 2018

Sumber: Bappeda Banyuwangi
Namun satu hal yang tak bisa lepas dari kenangan Asian Games 1962 yang sempat diistilahkan sebagai tahun-tahun kemenangan saat itu adalah gotong-royong rakyat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan keikhlasan warga kampung senayan dan kampung lainnya yang rela memberikan tanahnya untuk pembangunan infrastruktur, seluruh rakyat Indonesia saat itu rela memeras keringat demi suksesnya perhelatan akbar tersebut.

Semangat kebersamaan dan gotong-royong itu ternyata masih mengalir di dalam darah dan sanubari rakyat Indonesia meski telah berlalu 56 tahun lamanya. Semangat tersebut diwariskan menjadi sebuah energi yang diadopsi dalam sebuah kenyataan berupa antusiasme daerah-daerah untuk menyukseskan perhelatan Asian Games yang kembali diamanatkan kepada bangsa ini.

Bukan pamrih yang diharap, namun harga diri dan martabat bangsa yang menjadi taruhannya. Kita semua sepakat untuk menjadikan olahraga sebagai salah satu alat perjuangan bangsa, sebuah tekad menjadikan pesta olahraga terbesar se-Asia ini sebagai salah satu ajang pembuktian bahwa bangsa kita adalah bangsa yang besar dan bermartabat

Dari Ujung Timur Pulau Jawa untuk Asian Games 2018

Sumber: Bappeda Banyuwangi
Banyuwangi, sebuah kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Jawa yang mem-branding dirinya sebagai tempat terbitnya matahari untuk Pulau Jawa ingin membuktikan bahwa julukan “The Sunrise of Java” tetap pantas untuk disematkan. Banyuwangi tak ingin kalah untuk juga ikut dukung bersama Asian Games 2018 Indonesia

Bandara Blimbingsari Banyuwangi sejak 2017 telah mulai membuka rute Banyuwangi - Jakarta. Pembukaan rute baru ini bukan hanya diperuntukkan guna mendukung pariwisata daerah namun juga untuk mempermudah mobilisasi masyarakat Jawa Timur agar dapat mempersingkat jarak dan waktu menuju ibukota. Hal ini juga disetujui sebagai salah satu upaya untuk mendukung Asian Games 2018. Sehingga masyarakat di sekitar Banyuwangi seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, dan daerah ujung Pulau Jawa lainnya dapat dengan mudah mendukung langsung putra-putri bangsa yang bertanding di Asian Games 2018.

Tak hanya cukup dengan membuka rute Banyuwangi – Jakarta, Angkasa Pura II sebagai salah satu sponsor Asian Games 2018 juga mengadakan Fun Walk bersama Bandara Blimbingsari Banyuwangi sebagai bentuk dukungan terhadap perhelatan Asian Games 2018.

Obor Asian Games 2018 akan menikmati matahari pertama yang terbit di Pulau Jawa

Sumber: Bappeda Banyuwangi

Bukan hanya banner dukungan yang terpampang di setiap sudut kota, Obor Asian Games 2018 yang dibawa dari api abadi India selain akan dikawinkan dengan api abadi di Mrapen juga akan dikawinkan dengan Blue Fire Kawah Ijen Banyuwangi. Setelah mengawinkannya dengan Api biru yang hanya ada dua di dunia selain di Alaska ini, obor Asian Games 2018 yang merupakan simbol kobaran semangat para atlet juga akan diarak ke seluruh jalanan pusat Kabupaten Banyuwangi untuk menularkan kobaran semangatnya kepada seluruh masyarakat ujung timur Pulau Jawa ini.

Obor Asian Games 2018 dibawa bersama Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi.
Sumber: Twitter @asiangames2018

Torch Relay akan diarak menuju Stadion Dipenogoro Banyuwangi dengan diiringi 8 pembalap Road Bike sejauh 18,3 Kilometer. Sesampainya di Stadion Dipenogoro Banyuwangi, Torch Relay akan disambut oleh pesta #dukungbersama yang bertajuk “Semangat Sang Juara". Tak hanya disambut dengan pesta rakyat dan hiburan artis lokal saja, kompetisi dance, kompetisi foto online, pertunjukan flashmob, serta trivia games juga akan ikut berebut menyambut arak-arakan Obor Asian Games 2018.

Setelah puas disambut oleh antusias warga di Stadion Dipenogoro Banyuwangi, dengan bangganya Obor Asian Games 2018 kembali diarak menuju Pendopo Swagatha Blambangan, kali ini  Torch Baerer sejumlah 10 orang akan berlari secara bergantian menempuh jarak sejauh  4,9 Kilometer untuk menyebarkan energi semangat Asian Games 2018.

Sumber: Bappeda Banyuwangi


Olahraga adalah media pemersatu bangsa

Tahun 2018 dapat dikatakan sebagai tahunnya pesta olahraga. Dimulai dengan pesta sepakbola Piala Dunia 2018, Piala AFF U-19 yang juga dilangsungkan di Indonesia hingga puncaknya perhelatan pesta olahraga terbesar se-Asia Asian Games 2018. Imbasnya begitu hebat, layar tancap yang dipasang sepanjang bulan Juni hingga penulis menulis artikel ini yang menontonkan setiap pertandingan khususnya Piala AFF U-19 Indonesia 2018. Teriakan “IndonesiaIndonesia!” bergemuruh memendam setiap perbedaan yang ada, tak dapat dipungkiri lagi bahwa olahraga merupakan media pemersatu bangsa.

Kegiatan nonton bersama Polres Banyuwangi sebagai sarana 'kampanye' demam Asian Games 2018

Masyarakat Banyuwangi pun tak dapat menolak pernyataan tersebut, Polres Banyuwangi berhasil memanfaatkan momen ini dengan mengadakan nonton bersama pertandingan sepakbola. Dimulai dengan nonton bersama final Liga Champion 2018 hingga Piala AFF U-19. Kegiatan tersebut sekaligus digunakan Polres Banyuwangi sebagai ajang ‘kampanye’ Asian Games 2018, mengingat sepakbola merupakan salah satu olahraga dengan peminat yang besar. Selain itu momen nonton bersama merupakan momen berkumpulnya masyarakat sehingga secara tak langsung banyak masyarakat Banyuwangi yang ikut tertular virus demam Asian Games 2018.

***

“We don't need no politician, We all just want to dance”

Saya pun setuju dengan salah satu lirik lagu Asian Games 2018 yang dibawakan Slank tersebut. Memang sudah saatnya kita bersama-sama sejenak meninggalkan atribut politik, dan rasa kesukuan serta mempersatukan perbedaan yang ada.


Kita #dukungbersama #Asian Games 2018, mari kita mengulang sejarah keberhasilan Asian Games 1962, kita buktikan janji sumpah setia kita terhadap bangsa ini. Seperti kata penyair W.S. Rendra yang pernah menuturkan bahwa kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Selagi kamu bisa melakukannya untuk bangsa ini, mengapa harus menunda-nunda lagi.

“Bagimu negeri, Jiwa raga kami!”

Think and Feel it!

NEXT⏩

10 komentar:

MUDIK sudah menjadi ritual wajib sebagai perayaan lebaran di kampung bagi saya dan keluarga. Setiap tahunnya bagi kami hanya ada 2 pil...

Mudik Jangan Sampai Lupa Cek


MUDIK sudah menjadi ritual wajib sebagai perayaan lebaran di kampung bagi saya dan keluarga. Setiap tahunnya bagi kami hanya ada 2 pilihan tujuan mudik, kalau tidak mengunjungi keluarga Ayah di Lombok, maka Jember menjadi satu-satunya tujuan mudik. Dan giliran mudik tahun ini adalah Jember, tempat dimana saya ‘menetas’.

Memang sih tidak terlalu jauh jarak antara Banyuwangi – Jember, hanya berjarak 3 jam saja dan tiga tahun terakhir jalur darat menjadi pilihan ‘petahana’ bagi keluarga saya. Meskipun hanya berjarak 3 jam, macet dan rangkaian ‘drama’ yang beragam di jalan tetap menjadi penghias momen mudik kami, terutama jika sudah melewati jalan Gunung Gumitir. Dan disini saya akan berbagi tentang pengalaman mudik serta tips mudik dari saya dan keluarga yang mungkin dapat dijadikan referensi bagi pembaca untuk mudik di tahun yang akan datang ๐Ÿ˜Š

Rumah, dan Kesiapan Kendaraan wajib dicek!

Cek kendaraan sebelum berangkat mudik

Pemerintah sebenarnya sudah hadir memberikan sosialisasi agar mudik lebih aman, dan selamat sampai tujuan, dengan mendorong para pemudik untuk bijak dalam memilih moda transportasi pilihan termasuk menyiapkan segala persiapan mudik yang wajib dilakukan. Tak sedikit pemudik memilih moda transportasi yang sama seperti keluarga saya, yakni moda transportasi darat, disamping laut dan udara. Banyak pertimbangan yang menjadikan moda transportasi darat menjadi alternatif pilihan, selain lebih ekonomis, ataupun petimbangan wilayah yang hanya bisa dilalui dengan menggunakan moda transportasi darat.

Sejak lama keluarga saya memilih mobil sebagai pilihan utama transportasi darat untuk mudik. Pertimbangannya, selain bisa menampung jumlah keluarga yang banyak, sekaligus bisa silaturahim ataupun berekreasi bersama tanpa perlu berpindah dan mencari kendaraan lain seperti halnya bila menggunakan kendaraan umum. Namun satu hal yang tak boleh terlewatkan bila menggunakan kendaraan pribadi adalah kita perlu mengecek segala hal yang perlu dipersiapkan dalam mudik, salah satunya adalah mengecek kondisi dan kesiapan kendaraan. Kondisi dan kesiapan kendaraan menjadi faktor terpenting dan paling berpengaruh terhadap keselamatan kita dan keluarga, untuk mobil sendiri usahakan kita telah mengecek dengan baik mulai dari mesin, rem, oli, air bag, roda, termasuk surat-surat berkendara.
Jangan lupa cek rumah dengan baik
Setelah kendaraan telah siap dan ‘lulus’ cek, selanjutnya adalah mengecek rumah. Jangan sampai ada kompor alat penanak nasi atapun alat elektronik lainnya yang menyala. Jangan lupa juga untuk mengunci dan menggembok pintu serta pagar rumah dengan baik. Berpamitan dengan tetangga yang tidak mudik dan menitipkan nomor handphone yang dapat dihubungi jika sewaktu-waktu ada apa-apa dengan rumah kita.

Cek bekal makanan, minuman, dan obat-obatan ringan untuk perjalanan

Membawa bekal saat mudik

Seperti yang telah saya ceritakan di atas, macet dan segala ‘drama’ di jalanan saat mudik adalah hal yang tak dapat dihindari, dan itu pasti terjadi di setiap episode mudik. Kita tak dapat menghindari atapun kebal dari rasa lapar, apalagi ketika melakukan mudik di tengah bulan Ramadahan. Untuk menghalau rasa lapar ataupun berbuka puasa umumnya para pemudik di tengah perjalanan beristirahat di tempat makan. Tapi masalahnya di sepanjang ratusan kilometer yang kita lalui saat mudik tidak selalu ada tempat makan, apalagi di saat malam hari.

Maka membawa makanan dan minuman yang cukup menjadi alternatif atau bahkan menjadi hal yang paling penting dalam mudik, apalagi bila track yang dilalui seperti yang saya jalani, melewati pegunungan yang jarang sekali terdapat warung untuk mengganjal perut yang kelaparan akibat macet yang panjang. Selain juga untuk berhemat, keterjagaan higienis juga terjamin.

Meskipun di kanan kiri jalan yang nantinya kalian lalui terdapat warung yang dapat sewaktu-waktu disinggahi bila perut terasa lapar, tetap saja hal itu akan sulit dilakukan bila dalam keadaan macet seperti ini. Tidak logis bila kita harus menepi untuk mampir makan dan minum, karena selain waktu yang akan terbuang kita mungkin akan semakin menemukan rangkaian macet yang lebih panjang setelahnya.

Namun lebaran saya kali ini berbeda dari biasanya, karena sesuatu hal dan juga kolaborasi antara kesibukan Ayah dan Ibu yang mengurus zakat, mudik kali ini saya dan keluarga tak sempat lagi untuk menyiapkan bekal makanan dari rumah seperti mudik-mudik sebelumnya. Maka solusi terakhir untuk menghindari kemungkinan buruk yang akan dialami perut ketika macet adalah mengunjungi mini market dekat rumah kami untuk sekedar membeli makanan ringan, roti, dan air putih sebelum berangkat.

Singkat cerita ketika saya telah usai mengumpulkan bekal dalam keranjang dan menuju kasir, Ibu baru teringat jika adik bungsu saya sering “mabuk darat” ketika mudik, saya pun bergegas mencari obat anti mual perjalanan dan segera kembali ke dalam antrean. 

Sedang sabar mengantre, tiba-tiba bapak-bapak di depan saya terkejut dengan nada yang agak keras “Mas, ini kok susunya kedaluwarsa ya?!”. Saya pun ikut terkejut dan sontak membongkar kembali keranjang belanja saya dan memeriksa satu per satu makanan, minuman dan obat-obatan yang saya masukkan tadi, saya bersyukur tak ada satupun yang melewati tanggal expired.

Tapi entah mengapa hati saya masih ragu dengan belanjaan saya ini, pikiran saya berputar-putar dengan keraguan dan tiba-tiba teringat dengan sosialisasi BPOM (Badan  Pengawas Obat dan Makanan) tentang cek KLIK sebelum membeli makanan, minuman, atapun obat-obatan dan kosmetik.

Oh iya, sebelumnya apa itu cek KLIK?
Ingat! Selalu cek KLIK sebelum membeli
Cek KLIK merupakan pedoman dari BPOM RI sebelum kita membeli makanan, minuman, obat-obatan ataupun kosmetik, agar kita tetap merasa aman dalam mengonsumsi makanan, minuman ataupun obat-obatan tersebut. Kan nggak lucu ketika sudah terlanjur makan ternyata kemasannya nggak ada izin edar, telah dilarang dikonsumsi, atau kemungkinan terburuk lainnya. Cukup berpedoman pada cek KLIK:

K= KEMASAN,

Kita harus memastikan terlebih dahulu apakah kemasan makanan, minuman atau obat-obatan yang kita beli dikemas dengan kemasan dalam kondisi baik. Tidak ada sobek atau lubang apabila produk dikemas dengan plastik, dan tidak ada penyok, menggelembung, atau tutup yang terbuka apabila produk dikemas dengan kemasan botol atau kaleng. 

L= LABEL,

Selain itu membaca label dan informasi produk mulai dari nomor izin edar, komposisi, nama dan jenis produk, kode produksi dan tanggal kedaluwarsa adalah hal yang wajib. Semalas dan seenggan apapun kalian dalam perihal membaca, tetap sempatkan dan kalau perlu kerahkan tenaga khusus bagi kalian yang malas membaca untuk membaca label dan informasi produk yang akan kalian beli dan konsumsi.

I= IZIN edar,

Nah, ini merupakan salah satu pedoman yang paling penting. Izin edar itu sendiri dikeluarkan oleh BPOM RI. Kita bisa cek produk yang akan kita beli dan konsumsi dengan mengecek berdasarkan Nomor Registrasi, Nama Produk, Merk, Jumlah dan Kemasan, Bentuk Sediaan, Komposisi, ataupun Nama Pendaftar di website resmi Cek Produk BPOM RI, yakni di https://cekbpom.pom.go.id dengan begitu kita tidak ragu lagi dengan keamanan mengonsumsi produk yang akan kita beli.

Kita bisa Cek Produk BPOM di https://cekbpom.pom.go.id

Atau kita juga bisa Cek izin edar melalui aplikasi BPOM Check yang dapat kita unduh di Playstore maupun Appstore, mudah bukan?

Dan yang terakhir jangan sampai lupa Cek...

K= KEDALUWARSA, 

Disini kita harus benar-benar memastikan apakah produk yang akan kita beli dan konsumsi tidak melebihi tanggal expired yang tertera dalam kemasan. Ketika produk sudah melewati tanggal kedaluwarsa bisa jadi terjadi perubahan komposisi kimia yang dapat berbahaya, kalau sudah seperti ini dapat dipastikan kualitas makanan sudah berkurang atau bahkan menghilang,

Setelah melakukan #cekklikbpom dengan baik, #panganamanmudik dan #obatamanmudik siap dibawa dalam perjalanan

Cek KLIK solusi terhindar dari keraguan dan info hoax

Tak jarang keluarga kami selalu berdebat dengan info-info hoax yang beredar di masyarakat, dan seringkali kami sulit untuk membedakan mana info yang benar-benar hoax atau tidak. Beberapa waktu yang lalu terdengar isu kalau albothyl berbahaya, setelah hembusan kabar tersebut menyentuh telinga keluarga saya, sontak Ayah membela kalau itu hoax, sementara Ibu masih ragu dan bertanya-tanya, sedangkan saya dan adik-adik tidak tahu apa-apa hehehe.

Belum lama juga terhembus berita di media sosial jika Paracetamol mengandung virus berbahaya. Berita tersebut juga menggetarkan keluarga kami yang sudah lama menggunakan Paracetamol sebagai obat penurun panas, lagi-lagi perdebatan keluarga tak terhindarkan, kami benar-benar sulit mendeteksi maupun membedakan mana info yang benar-benar hoax atau tidak.
Download Aplikasi BPOM di Playstore atau Appstore
Kini kami pun baru sadar kalau ternyata #cekklikbpom begitu penting, terutama kemudahan yang diberikan BPOM RI untuk mengecek produk yang telah mengantongi izin edar melalui website atau aplikasi BPOM Check. Setelah kami mengetahui dan memahami cara dan kemudahan tersebut, keluarga kami akan lebih mudah membedakan mana info yang benar-benar hoax atau tidak jika beredar info-info diedarkan oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab tersebut. Cek KLIK benar-benar menjadi solusi untuk terhindar dari keraguan dan info hoax.

Bersinergi Bersama BPOM untuk mengawasi perdaran makanan, minuman, dan obat-obatan serta kosmetik

Tentunya BPOM RI tak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari masyarakat luas, disini sebagai konsumen kita juga bisa bersinergi Bersama BPOM RI untuk mengawasi peredaran makanan, minuman dan obat-obatan serta kosmetik. Sinergi ini dinamakan sebagai “Pengawasan Semesta” atau “Pengawasan 360”, pengawasan yang dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya BPOM RI sebagai badan resmi, melainkan juga produsen dan konsumen dapat melakukan pengawasan tersebut. Melalui pengawasan menyeluruh ini BPOM RI sudah bekerja sama dengan Pramuka melalui peluncuran aplikasi Pramuka Sapa yang bisa diunduh melalui Playstore maupun Appstore.

Satu hal yang paling penting, ketika kita menemukan produk yang tidak lulus Cek KLIK, kita bisa melapor langsung ke BPOM RI melalui Contact Center halobpom 150053 dan Call Center Produsen yang biasanya tertera pada kemasan produk. Kita juga berhak mendapatkan penggantian produk jika kita telah terlanjur membeli produk yang sudah kedaluwarsa dengan produk yang sejenis.

Untuk info-info penting dari BPOM RI kita bisa menjadi fans BPOM RI dengan mengunjungi website BPOM RI di www.pom.go.id dan dengan follow social media BPOM RI di:
Fanpage Facebook @BPOM.Official
Twitter @bpom_ri
Instagram @bpom_ri
Juga jangan lupa mendownload aplikasi Cek BPOM maupun BPOM Mobile di Playstore dan Appstore ๐Ÿ˜„
Selalu ingat cek KLIK setiap hendak beli-beli ๐Ÿ˜Š
#BPOMRI #cekklikbom #panganamanmudik #obatamanmudik 
Think and Feel it!

NEXT⏩

0 komentar:

Saya adalah seorang mahasiswa perantau semester muda yang jauh dari orangtua. Menjalani kehidupan baru sebagai perantau itu benar-...

Unduh Berkah Ramadhan via TCASH



Saya adalah seorang mahasiswa perantau semester muda yang jauh dari orangtua. Menjalani kehidupan baru sebagai perantau itu benar-benar sulit. Maka mengikuti perkembangan zaman, dan mencari problem solving terbaik menjadi penting dan wajib!.

Kehidupan saya sekarang dituntut untuk hidup mandiri, mulai dari cari makan, belanja, beli pulsa yang dulu hanya tinggal bilang “papa minta pulsa”, kini harus dilakukan sendiri. Semua itu terasa makin sulit ketika memasuki bulan Ramadhan. Harus bangun sahur sendiri tanpa ada yang bangunin apalagi masakin, harus buka puasa sendiri tanpa ada yang nyiapin apalagi nyuapin hehe.

Dan yang paling terasa ketika menjadi anak rantau adalah sulit banget untuk berbagi dan #JadiBaik di Bulan Ramadhan, karena mengapa? Mengurus diri sendiri, cari makan sahur, cari buka puasa saja susah apalagi harus berbagi. Tapi sebenarnya semua bisa jadi mudah asal tahu caranya sih.

Belanja Berkah #pakeTCASH


Sudah sering sih dianggap sok keren, sok kekinian ketika pake alat pembayaran elektronik macam TCASH. Sering banget menjadi pusat perhatian dadakan ketika sedang melakukan pembayaran di kasir mini market. Tapi saya nggak peduli! Setiap orang pasti punya gaya hidup tersendiri. Memang sih tempat saya merantau ini belum semaju kota Surabaya, Semarang, ataupun Jakarta. Di Jember, mereka yang memanfaatkan TCASH masih sebatas mahasiswa ataupun anak muda, jadi generasi 80-an gitu dapat dipastikan mereka nggak bakalan paham dengan apa yang saya lakukan. Tapi saya tetap nggak minder pada gaya hidup saya yang saya yakini baik ini.

Tuntas memilih-milih belanjaan yang saya beli, saya berjalan menuju kasir. Sebagai generasi cashless (sombong dikit nih) saya sudah jarang banget membawa uang tunai di dompet, isi dompet saya hanyalah selembar uang 2000-an atau 1000 koin untuk bayar parkir biasanya, dan sisanya hanya kartu identitas saja. Iya benar sekali! Semenjak jadi “baper” karena selalu diberi kembalian permen, akhirnya saya beralih #pakeTCASH.

Belanja berkah di Merchants TCASH
Tinggal “tap” struk langsung keluar, mbak-mbak kasir sembari menggabungkan struk tersebut dengan belanjaan saya, dan lega banget gak ada lagi permen di dompet saya. Dengan banyaknya Merchant TCASH yang tersebar di seluruh Indonesia, kita jadi tak perlu risau lagi untuk memanfaatkan TCASH itu sendiri.

Beli Pulsa, Token Listrik, Paket Data #pakeTCASH


Seperti yang saya ceritakan diatas yang biasanya kalau di rumah, pulsa habis langsung saja teriak “papa minta pulsa”. Kini jika saya teriak seperti itu di perantauan mungkin penghuni kos tempat saya tinggal langsung kebingungan hehe.

Kali ini soal beli pulsa, token listrik ataupun paket data, sekarang saya tidak perlu lagi cari counter pulsa, menghabiskan bensin (karena anak kos harus hemat bensin, jangan sampai bensin kering di saat yang tidak tepat), ataupun buang duit hanya untuk bayar parkir. Semenjak saya #pakeTCASH semuanya jadi gampang, jadi keren, dan #JadiBaik.

Semua #JadiBaik dalam satu aplikasi TCASH Wallet
Selain mendapat cashback dari TCASH, saya juga bisa bantu teman saya yang kesulitan beli token listrik karena Jember sering banget hujan, jadi mereka males buat keluar. Tinggal buka TCASH wallet, lakukan transaksi, dan selesai. Dengan Cara bayar TCASH yang sangat aman, dan praktis. Tak ada lagi kertas bukti pembayaran yang mengotori dompet, selain cashless, paperless juga.

Seperti yang saya ceritakan, rasanya seperti sulit sekali untuk berbagi di perantauan. Padahal di Bulan Ramadhan kita dituntut untuk melatih diri supaya #JadiBaik. Ternyata dengan ‘membantu’ teman buat beli token listrik, tanpa sadar hal tersebut menjadi bagian dari ‘berbagi’ itu sendiri. TCASH membantu saya unduh berkah di bulan Ramadhan. Belum lagi setiap transaksi beli pulsa yang saya lakukan, berbuah cashback, benar-benar saya berasa unduh berkah melimpah via TCASH.

Unduh Berkah Ramadhan dengan Bersedekah dan Bagi-bagi THR #pakeTCASH


Ternyata berinvestasi untuk akhirat juga bisa berbasis digital elektronik, apalagi dengan pahala yang dilipatgandakan di bulan yang baik ini. Bulan Ramadhan kali ini adalah pertama kalinya saya mencoba unduh berkah via TCASH. Saya bahagia sekali, dapat kapanpun dan dimanapun menabung untuk akhirat dengan TCASH

Kini TCASH telah bekerjasama dengan Rumah Zakat, memudahkan kita untuk bersedekah maupun membayar zakat via TCASH. Cukup dengan membuka aplikasi TCASH Wallet dan memindai QR Code "TCASH-Rumah Zakat".

Kita juga bisa berinfaq di masjid hanya dengan memindai QR Code yang tertera pada kotak infaq di Masjid-masjid tertentu. Terdapat juga pilihan menggunakan kode akses *800*01# untuk memilih program donasi yang diinginkan, dimulai dari zakat, sedekah maupun infaq. Daripada memberi sedekah di jalanan yang sering membuat risau dan ragu, saya lebih memilih cara yang lebih baik dengan #pakeTCASH

Unduh Berkah dengan Bersedekah dan Berinfaq di Masjid via TCASH

Selain bersedekah dan berinfaq, ternyata kita juga bisa unduh berkah Ramadhan dengan bagi-bagi THR dengan kerabat dengan menggunakan fitur "Kirim Uang" yang ada di aplikasi TCASH Wallet. Caranya cukup dengan memasukkan nomor ponsel pengguna TCASH dan uang akan dikirimkan tanpa biaya tambahan. Praktis dan tentunya aman tanpa harus menukarkan uang tunai ke Bank.

Perkembangan teknologi uang elektronik membuat saya semakin #JadiBaik di bulan yang baik ini. Perantauan saya sangat terbantu berkat TCASH. Saya selalu percaya teknologi yang digunakan secara positif akan membuat penggunanya semakin #JadiBaik. Kalau bisa #JadiBaik dengan segera mengapa tidak menyegerakan?.

#JadiBaik di Bulan yang Baik itu Baik lho ๐Ÿ˜Š.

Yuk follow dan subscribe sosial media TCASH :

Instagram Twitter Facebook Youtube

Jangan lupa juga untuk download aplikasi TCASHWallet di:

Playstore - Appstore

๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„
#JadiBaik di Bulan Baik
Telkomsel TCASH 
#CASHJAMANNOW #pakeTCASH Semua Gampang
Think and Feel it!

NEXT⏩

1 komentar:

Apa yang pertama kali kalian bayangkan tentang mahasiswa Fakultas Hukum? Mungkin bawaannya adalah sekelompok mahasiswa yang banyak mong...

7 Fakta yang Membuat Mahasiswa Hukum Cocok Dijadikan Pasangan Hidup


Apa yang pertama kali kalian bayangkan tentang mahasiswa Fakultas Hukum?
Mungkin bawaannya adalah sekelompok mahasiswa yang banyak mong, suka mengintimidasi, suka mengkritik, kaku banget, terus apalagi? Oh iya suka debat, gak mau salah, dan perspektif negative bawaan lainnya ketika membayangkan mahasiswa hukum.

Tapi siapa sangka, seperti halnya gunung es, yang timbul dipermukaan, yang kebanyakan orang melihat di permukaan itu hanya sedikit. Namun ternyata di dalamnya ada bongkahan es besar, yang gak pernah kalian sangka, bahwa ternyata mahasiswa hukum cocok menjadi pasangan idaman kalian.

Nah apa saja sih alas an mahasiswa hukum cocok menjadi pasangan idaman, yuk disimak fakta-faktanya:

1. Mahasiswa hukum adalah tipe pasangan yang penyabar


Siapa bilang mahasiswa hukum adalah mahasiswa yang tempramen? Merkea adalah mahasiswa yang penyabar, dan bahkan dituntut untuk sabar. Setiap hari yang mereka lakukan adalah menganalisis dan memahahami pasal demi pasal, kasus demi kasus. Jika taka da kesabaran maka nggak bakalan jadi tuh kerjaan. Belum lagi dengan tugas-tugas, ocehan dosen, dan lain-lain.

Belum lagi masalah hukum yang ada di Indonesia membuat mahasiswa hukum selalu menjadi kambing hitam, selalu disalahkan karena dianggap hukum Indonesia tidak pernah becus, akhirnya yang disalahkan adalah mahasiswa hukum itu sendiri. Mahasiswa hukum disini mah sudah tahan, sudah tuntas, sudah kuat mental dengan hal ini meski dihujani stigma negatif.

Justru dengan hal seperti ini akan menguatkan anak hukum itu sendiri, karena membuktikan bahwa negeri ini butuh yuridis yang keren dan hebat.

Mereka sudah dilatih untuk bersabar, jadi nggak usah khawatir dan nggak usah ragu dengan kesabaran anak hukum, mereka sudah qualified.

2. Siapa bilang fakultas hukum adalah jurusan yang santai, mahasiswa hukum itu pekerja keras lho! 


Banyak yang bilang bahwa kuliah hukum santai, yang susah tuh kedokteran sama Teknik. Wah kata siapa? 

Mereka dituntut dan digembleng untuk bersaing dengan teman-temannya. Karena di setiap kampus pasti mahasiswa hukum itu sebejibun, bahkan satu kelas bisa sampai 200 orang, paling sedikit aja 50 orang, jadi mereka dituntut untuk sabar dan mempunyai mental kompetitif.

Lebih dari soal bersaing dengan teman, mereka juga harus tahan zaman, karena hukum berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman. Jadi mereka harus bekerja ekstra keran disini, kalau anak hukum nggak punya kemampuan analisis yang baik, mereka akan buyar bos!.

Mereka harus punya nalar dan insting yang kuat, ribet kan kedengarannya? Iyalah, Cuma orang yang terseleksi yang bisa masuk fakultas hukum.

3. Memang sih mahasiswanya terkenal glamor, tapi bukan berarti mereka sombong


Dibandingkan dengan fakultas lain, mahasiswa hukum selalu terlihat lebih glamor, apalagi cewek-ceweknya. Loh jangan salah dulu, mereka terlihat glamor karena memang mereka akan dijadikan sebagai legal staff ataupun yuridis yang harus terlihat berwibawa, untuk menunjukkan bahwa hukum itu berwibawa. Bayangin kalau hukum itu nggak berwibawa, buyar bos!

Bagi cowok-cowok yang dari fakultas lain pasti mereka juga sering nongkrong di kantin fakultas hukum, karena ingin cuci mata katanya, ceweknya ajib-ajib wkwk

4. Jangankan masalah hati, masalah negara pun mereka punya jalan keluarnya. Gak perlu khawatir mereka gak peka terhadap kamu yang doyannya ngode doang


Buat kalian yang suka ngode dan nggak sanggup untuk menyampaikan perasaan secara langsung, gausah khawatir kalau anak yang kalian suka itu adalah anak hukum. Mahasiswa hukum punya UUD 1945, KUHPidana, dan KUHPerdata yang harus dianalisis dan dicermati pasal demi pasalnya. Jika mereka keliru itu bisa berakibat fatal.

Dapat disimpulkan disini anak hukum selalu memiliki kemampuan analisis yang baik, apalagi kalau cuma masalah kode dari kamu, itu mah gampang pekanya.

Selain itu kalo kamu memang memilih anak hukum sebagai pasangan hidup kamu, yakin deh kalau ada masalah pasti cepet terselesaikan. Karena jangankan masalah hubungan asmara, masalah negara pun mereka punya jalan keluarnya, keren bukan bos? Ya keren lah wkwkwk.

Mereka juga selalu punya sikap teliti, karena itu sangat penting dan diperlukan bagi mahasiswa hukum, mereka pasti menimbang-nimbang dulu sebelum mengambil keputusan. Jadi gak usah ragu deh kalau sama anak hukum.

5. Anak hukum bukan anak yang kaku, mereka jago romantic loh!


Sering bicara soal hukum, dikit-dikit pasal, dikit-dikit penjara, selalu membuat mahasiswa hukum terlihat kaku, padahal enggak sama sekali. Mereka juga sering nongkrong, jalan-jalan ke mall, ke bioskop, dan lain-lain.

Sama halnya ketika mereka menjalin hubungan asmara, anak hukum juga bisa romantis. Naksir sama adek tingkat, teman setingkat, ataupun kakak tingkat itu juga lumrah terjadi. Jadi santai aja bos sama anak hukum ๐Ÿ˜Š

6. Hubungan sosial mahasiswa hukum itu jempol banget

Siapa juga yang bilang mahasiswa hukum adalah mahasiswa yang individualistis? Enggak banget. Terbukti tugas-tugas mereka rata-rata adalah tugas kelompok seperti mood court atau peradilan semu yang mengharuskan kekompakan kelompok.

Mereka juga dituntut menyerap informasi dengan baik karena hukum selalu bersinggungan lurus dengan realita yang ada, jadi mereak dituntut untuk memiliki jiwa sosial yang baik. Belum lagi ketika mereka memberi bantuan hukum kepada orang yang tidak mampu, kalau mereak tidak memiliki skill sosialisasi yang baik maka akan buyar juga bos!

Mereka juga terbiasa berbahasa yang lugas dan komunikatif untuk memahamkan lawan bicaranya, karena Bahasa hukum itu adalah Bahasa yang rumit, kalau tidak andai memahamkan maka akan sulit juga nantinya. Udah deh gak usah khawatir kalau sama anak hukum wkwkwkw.


7. Tentunya masa depan cukup terang


Bisa saya jamin diantara jurusan yang lain, yang memiliki prospek kerja yang bagus hanya hukum yang punya. Ada banyak lahan pekerjaan bagi anak hukum dan itu semua memiliki gaji yang tidak sedikit. Ayo coba dimana lapangan pekerjaan yang tidak membutuhkan hukum , pasti semua punya, contoh kecil setiap perusahaan selalu memiliki legal officer yang berguna untuk menyusun kontrak, perjanjian-perjanjian, policy, tata tertib dan lain-lain. Coba deh tanya berapa gajinya seorang legal officer?.

Belum lagi profesi yang memiliki bgaji sebejibun lainnya seperti jaksa, haki, ataupun pengacara. Kalian tau tidak gaji PNS tertinggi itu adalah seorang hakim, dan hakim itu lulusan fakultas hukum bos! Gaji hakim juga bersifat progresif jadi di setiap tahunnya mengalami peningkatan. Jadi jangan khawatir, kalau kalian memilih mahasiswa hukum sebagai pasangan hidup itu adalah langkah yang suaaaangaaaaattt tepat wkwkwk.

Gimana nih setelah melihat fakta-fakta di atas jadi pengen kan punya pasangan anak hukum? Ayo cepetan selagi belum habis gercep! Gerak cepat! Wkwkwk ๐Ÿ˜Š 

Think and Feel it!

NEXT⏩

0 komentar:

loading...