TULISAN INI BERHASIL DINOBATKAN SEBAGAI FINALIS 100 NOMINATOR PEMENANG BANK INDONESIA BLOG AND VLOG COMPETITION FEATURING NET MEDIATAM...

Baper karena Rupiah



TULISAN INI BERHASIL DINOBATKAN SEBAGAI FINALIS 100 NOMINATOR PEMENANG BANK INDONESIA BLOG AND VLOG COMPETITION FEATURING NET MEDIATAMA 2017


Uang Rupiah (Doc. Pribadi)

Saat itu saya sedang berwisata ke Bali, tidak sah rasanya berwisata tanpa membawa oleh-oleh khas lokal untuk dibawa pulang, saya pun bergegas menuju tempat dimana tour guide saya menyarankan. Sembari melihat-lihat dagangan yang dipajang, mata saya tertuju pada seorang ‘bule’ yang memilah-milih cinderamata, tak lama kemudian dia pun mengeluarkan selembar dollar untuk membelinya.

Karena belum menemukan barang yang cocok untuk dibeli, saya pun melanjutkan berjalan melihat dan mencari barang yang pas di hati, tak sengaja saya bertemu lagi dengan ‘bule’ yang membeli cinderamata dengan dollar juga. Melihat dua kejadian ini membuat saya baper, bawa perasaan.

Sepulang dari Bali, seperti biasa di awal bulan saya rutin mengunjungi bank untuk menabungkan uang yang saya kumpulkan selama sebulan. Tibalah giliran nomor antrean saya, sembari menunggu teller bank memproses, saya melirik ke teller sebelah, melihat seorang laki-laki setengah baya juga menabung. Iseng-iseng mengintip uang yang disetorkan, ternyata dia menyetorkan uang dollar. Disini saya kembali baper, bawa perasaaan.

Kejadian berlanjut di sebuah kantin kampus, di saat sedang mengantri membayar makanan yang saya pesan, posisi saya saat itu berada di belakang seorang mahasiswi yang mengeluarkan uang dari dompetnya untuk membayar. Sembari dia mengeluarkan lembar Rupiah, terjatuhlah beberapa koin Rupiah nominal 200 Rupiah dan 500 Rupiah, spontan saya menegur “mbak, uangnya jatuh”, namun tak dihiraukan, seakan-akan malu untuk memungutnya, mungkin karena hanya sejumlah 700 Rupiah saja. Tanpa sepatah kata mahasiswi tersebut langsung meninggalkan tempat, saya pun memungut uang recehan tersebut untuk dimasukkan ke dalam dompet. Lagi-lagi saya merasa baper, bawa perasaan.

Uang Rupiah (Doc. Pribadi)

Melihat dari 3 peristiwa yang membuat saya baper tersebut, saya pun merenung. Flashback pada peristiwa yang pertama, saya membandingkan dan sedikit berpikir bahwa Bali merupakan wilayah teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketika kita ke luar negeri kita diwajibkan membayar dengan mata uang negara setempat, namun di negeri sendiri, kita justru lebih senang saat dibayar dengan dollar.

Peristiwa yang kedua pun begitu, kenapa sih tidak menabung menggunakan Rupiah saja, padahal Rupiah merupakan mata uang kebanggaan kita. Tak jauh berbeda dengan peristiwa yang ketiga, sesuatu yang ngakunya dibanggakan, justru dibuang-buang.

Dan kalian pasti sering melihat brosur-brosur, atau iklan jasa travel yang mencantumkan nominal dollar, padahal jelas konsumen mereka adalah orang Indonesia dan mereka menjual jasa di wilayah Indonesia. Baper nggak sih?. Tak jarang pula saya melihat lembar Rupiah yang bertuliskan coretan nomor handphone, lembar yang sobek, lusuh, dan banyak lagi peristiwa yang saya alami, yang membuat saya baper karena Rupiah.

Renungan saya tak berhenti sampai disitu, hati dan logika pun saling berdiskusi, hingga akhirnya munculah keinginan untuk mengajak diri saya dan orang-orang sekitar agar mulai mencintai Rupiah.

Mulailah dengan mengenalnya lebih dekat dan belajar mencintainya

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, begitulah pepatah mengatakan. Di saat kita ingin mencintai Rupiah, maka kenali terlebih dahulu siapa itu Rupiah sebagai mata uang kita. Cara mengenal Rupiah adalah dengan mengetahui ciri-ciri keaslian uang Rupiah itu sendiri, 12 fitur keamanan yang dimiliki Rupiah emisi 2016 membuat kita dengan mudah mengenali Rupiah, kalian bisa memahaminya pada buku panduan yang telah disosialisasikan oleh Bank Indonesia.

Rupiah dapat mudah dikenali dengan menggunakan sinar ultraviolet, namun kita juga dapat mengenalinya dengan cara yang lebih sederhana yakni dengan trik 3D:

  • ·         Dilihat
  • ·         Diraba
  • ·         Diterawang

Uang Rupiah (Doc. Pribadi)

Di saat kita telah mengenal Rupiah, maka secara otomatis akan mudah pula untuk mencintainya. Selain itu dengan mengenal Rupiah, kita akan terhindar dari bahaya Rupiah yang palsu, karena kita telah mengenalnya dengan begitu dekat.

Cintai dengan cinta yang tulus

Jangan menganggap Rupiah hanya sekedar mata uang, karena setiap lembar Rupiah merupakan perwujudan sekaligus simbol dari kedaulatan Negara Republik Indonesia. Mencintai Rupiah merupakan wujud kecintaan kita terhadap kemandirian bangsa. Frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan background peta Indonesia yang tercantum pada lembar rupiah adalah arti bahwa Rupiah merupakan simbol persatuan bangsa Indonesia.

Rupiah Simbol Persatuan Bangsa Indonesia (Doc. Pribadi)

Maka cintailah Rupiah dengan cinta yang tulus, jangan mencintai Rupiah di saat kurs tengah lesu saja, cintailah Rupiah dengan cinta yang seutuhnya, disaat kurs Rupiah sedang melemah ataupun menguat. Walau rate selalu berfluktuasi.

Di dalam Rupiah juga terdapat gambar foto pahlawan, serta identitas bangsa Indonesia seperti pemandangan alam, dan keberagaman budaya lainnya yang juga ditampilkan dalam Rupiah. Setelah mengetahui fakta ini maka sebuah keharusan bagi kita untuk mencintai Rupiah sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan serta kecintaan terhadap tanah air.

Jangan pernah menyakitinya

Mencintai adalah berjanji untuk tidak menyakiti. Mencintai artinya menjaga, menjaga Rupiah dengan tidak merusaknya. Ketika Rupiah itu rusak maka dia tidak akan berlaku lagi, dan harus ditarik dari peredaran. Bayangkan, ketika mereka rusak kemudian harus diganti dengan Rupiah yang baru, berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk mecetak uang yang baru.

Menjaga kualitas uang Rupiah adalah sebuah keharusan. Karena ketika Rupiah rusak, kita akan sulit mengenal keasliannya, sehingga Rupiah palsu dengan mudah beredar, yang akibatnya akan merugikan kita sendiri. Mungkin jika Rupiah bisa bersuara, kita akan mendengar suara teriakannya karena sering dianiaya.

Sudah lihat kan foto pahlawan dan gambar identitas bangsa yang terdapat di Rupiah? Apa kalian tega untuk merusak foto pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini? Maka dari itu, cintailah Rupiah dengan tidak menyakitinya, yakni dengan:

  • ·         Jangan dicoret
  • ·         Jangan distapler
  • ·         Jangan diremas
  • ·         Jangan dibasahi, dan
  • ·         Jangan dilipat

Bagaimana sikap kita ketika kita mendapati uang Rupiah yang telah rusak? Apakah dibuang saja? Jangan dibuang, karena kita dapat menukar uang tersebut kepada bank untuk ditukarkan dengan Rupiah yang baru.

Selain itu, jangan pernah untuk acuh terhadapnya, apalagi membuang-buang Rupiah. Jagalah Rupiah sekecil apapun nominalnya, pungut dia kembali ketika kalian mengetahui dia tergeletak di tanah, tanyakan kepada orang sekitar yang merasa memiliki Rupiah tersebut.

Saya sendiri sudah mengumpulkan ratusan koin Rupiah yang disia-siakan, dibuang, dan dibiarkan oleh pemiliknya sejak 2 tahun terakhir.

Mengumpulkan Koin Rupiah yang disia-siakan (Doc. Pribadi)

Karena saya berpikir, uang 1 juta tidak akan menjadi 1 juta ketika 100 Rupiahnya tidak ada. Banyak dari mereka yang kurang beruntung dari kita yang lebih menghargai Rupiah walau sekecil apapun nominalnya, mereka kumpulkan sedikit demi sedikit dengan harapan suatu saat akan menjadi banyak.

Jangan pernah lost interaction dengannya

Pernah nggak kalian sakit hati ketika kurs Rupiah jomplang? Sakit hati kan? Sama saya juga baper kalau mendengar berita kurs Rupiah sedang melemah. Kalian tau nggak sih mengapa Rupiah bisa jomplang? Salah satunya dikarenakan sikap kita terhadap Rupiah yang enggan menggunakannnya dalam transaksi dan lebih memilih menggunakan mata uang lain. Rupiah tuh sebenarnya cemburu disini.

Kita lebih bangga ketika menggunakan atau menerima dollar, karena kita menganggap dollar itu keren, padahal Rupiah jauh lebih keren. Ingat nggak, dahulu ketika kita kecil, kita selalu merengek meminta Rupiah kepada orang tua kita, namun ketika sudah besar, kita melupakan Rupiah.

Sebagai bentuk cinta kita kepada Rupiah, ayo selalu menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi keuangan dalam negeri baik tunai maupun nontunai. Yakni dengan:

  • ·         Jual beli dengan menggunakan Rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • ·         Meminta untuk menukarkan ke Rupiah terlebih dahulu ketika dibayar dengan valuta asing         bila berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • ·         Menabung dengan Rupiah
  • ·         Dan transaksi tunai maupun nontunai lainnya sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia          tentang kewajiban penggunaan Rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menabung dengan Rupiah (Doc. Pribadi)

Penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi merupakan perwujudan kecintaan terhadap kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia. Selain itu menggunakan Rupiah merupakan bentuk bela negara sebagai cara kita mencintai tanah air.

Ingatlah bahwa kita bisa bertransaksi setiap hari, tidak lepas berkat kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pahlawan, apa kita tidak malu mengisi kemerdekaan dengan pengkhianatan terhadap negeri sendiri, karena lebih memilih menggunakan mata uang asing. Jadi ayo cintai Rupiah, dengan menggunakan Rupiah setiap bertransaksi.

Tenang, cinta kamu nggak bakalan dikhianati

Mencintai Rupiah, sejatinya adalah bentuk kecintaan kepada diri kita sendiri, menggunakan Rupiah adalah demi masyarakat itu sendiri. Ketika kita lebih memilih dollar, jangan salahkan Rupiah yang melemah, otomatis hal tersebut bisa membuat gonjang-ganjing perekonomian, dan tentunya merugikan kita sendiri. Ketika Rupiah diacuhkan, dan permintaan terhadap mata uang asing meningkat, hal tersebut membuat nilai kurs Rupiah menurun, sehingga harga-harga barang naik. Jangan hanya menuntut nilai Rupiah untuk tetap stabil, namun juga kita harus memberikan timbal balik berupa dukungan dan perlakuan yang baik terhadap Rupiah.

Coba ingat kembali pada cerita diatas, ketika kalian melihat iklan jasa travel yang mencantumkan nominal dollar, sejatinya kita benar-benar merugi. Selain Rupiah yang diacuhkan, bisa jadi harga yang ditawarkan lebih tinggi dari harga pasar, karena kita nggak tahu persis berapa nilai sebenarnya dalam Rupiah.

Mencintai Rupiah sekecil apapun nominalnya (Doc. Pribadi)

Rupiah bukan pengkhianat cinta, ketika dia mulai dicintai, maka kita akan diberi timbal balik, Rupiah akan membalas berupa cinta yang lebih kepada kita. Jadi Rupiah nggak bakalan jadi pemberi harapan palsu atas cinta kita.

Saat Rupiah mulai dicintai, digunakan dalam bertransaksi maka nilai Rupiah akan stabil, dan terus menguat yang kesemuanya itu akan menguntungkan kita. Harga barang menjadi stabil dan terjangkau yang secara tidak langsung akan mengurangi angka kemiskinan.

Selain itu dengan kita menggunakan Rupiah, tidak akan ada lagi berita-berita atau omongan-omongan yang menjelek-jelekkan Rupiah, apalagi sampai mengatakan Rupiah adalah mata uang sampah. Dan tentunya, dengan mencintai Rupiah artinya kita membuktikan pada dunia bahwa Rupiah merupakan mata uang yang mempunyai harga diri dan begitu dicintai di negeri asalnya.

Perjuangkan dan pertahankan cintamu

Setelah kita mengenali Rupiah, tidak menyakitinya, tidak pernah lost interaction dengannya, mulai baper disaat melihat Rupiah diperlakukan dengan tidak sebagaimana mestinya, serta  mulai mencintai Rupiah dengan tulus. Maka langkah selanjutnya yang paling penting adalah memperjuangkan dan mempertahankan cinta tersebut. Karena cinta saja tidak cukup, harus ada gerakan riil yang terukur.

Mulailah dengan terus ajeg dalam memperlakukan Rupiah dengan baik, mengkampanyekan serta mendukung gerakan Cinta Rupiah, seperti mengajak handai taulan teman terdekat ikut baper karena Rupiah.

Mencintai Rupiah (Doc. Pribadi)

Kita perjuangkan Rupiah, agar daerah 3T yakni terdepan, terluar, tertinggal, yang mereka sering menggunakan uang asing untuk transaksi, beralih kepada Rupiah dan mulai mencintai serta bangga dengan Rupiah.

Tunjukkan bahwa kita cinta dengan ibu pertiwi, hapus air matanya dengan sungguh-sungguh mencintai tanah air, menjadikan Rupiah sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Mandiri dan berdaulat di bumi pertiwi dengan kaki tangan kita sendiri.

Yuk #CintaRupiah.

Lihatlah putra putrimu, menggembirakan ibu
Ibu kami tetap cinta, Putramu yang setia
Menjaga harta pusaka, Untuk nusa dan bangsa
(Potongan bait lagu “Ibu Pertiwi” Karya Ismail Marzuki).
Think and Feel it!

NEXT⏩

0 komentar:

Cerpen ini dibuat pada tahun 2013 dengan mengadopsi novel "Air Mata Nayla" karya Muhammad Ardiansha El-Zhemary Saat indahn...

Di Dalam Restu dan Janji

Cerpen ini dibuat pada tahun 2013 dengan mengadopsi novel "Air Mata Nayla" karya Muhammad Ardiansha El-Zhemary
Saat indahnya cahaya rembulan , dan bintang bersinar di gelapnya malam, Kulihat impian bersamamu. Ketika sunyinya malam disambut indahnya senang di pagi ini, Kurasakan indahnya pesonamu.

Tapi aku takut, semua harapan, dan  impian bersamamu, hanyalah sebatas mimpi, dan harapanku tiada tercapai. Andai semua itu nyata, kurasakan betapa sempurnanya hidup ini jika kau ada di sisiku.

Terlihat bayang-bayang atap rumah di dalam mata anak remaja itu, terbangun, tersadarkan, diatas sandaran empuk di ruangan itu. Tampak kebingungan, dan keheranan dalam wajahnya.

“Alhamdulillah, rupanya kamu telah siuman”
“Anda siapa? saya dimana? kenapa saya ada disini?”
“Saya pak Ahmad, kamu sudah 4 hari tidak sadarkan diri, nama kamu siapa nak?”
“Nama? nama saya?”

Pesisir paling selatan pulau Kalimantan, menjadi saksi kecelakaan besar, meledak dan tenggelamnya sebuah kapal. Tiada seorangpun yang selamat selain remaja ini, kedua orangtuanya juga tidak selamat dalam kecelakaan itu. Perjodohan keluarga yang mengantarkannya ke Kalimantan, namun, amnesia menimpanya, hilang seluruh ingatannya, termasuk amanat dari orang tuanya, amanat berupa restu dari seorang kiai di Banyuwangi, untuk menikahi Neng Nadhil putri dari kiai Yusuf, seorang pemuka agama di Kalimantan. 

“Iya, nama, kamu tidak tahu siapa namamu?
“Nama? Siapa nama saya? saya tidak tahu siapa nama saya”
“(Rupanya anak ini hilang ingatan) Baiklah saya panggil kamu Taufiq, Kahlil Taufiq”. Pak Ahmad memilih nama itu, setelah tampak tertulis nama Kahlil Gibran pada kalung di leher remaja itu, mungkin remaja ini sangat menggemari ‘Kahlil Gibran’, Sang legenda maestro cinta.

***

Hari ini indah berteman sinar mentari. berawal dari mimpi tuk menjalani hari
Dengan senyum keindahan bermula meniti esok dalam doa, dan cinta.....

Sebulan lamanya Taufiq menjalani kehidupan barunya bersama laut, pantai, dan karang, bersama seorang saudagar nelayan. Taufiq adalah anak yang rajin, ulet, dan cerdas, belum lagi pribadinya yang religius, karena dulu dia memang hidup di lingkungan pesantren. Kehidupan Taufiq yang penuh kekosongan berubah, Pak Ahmad yang sudah menganggap dia sebagai anak sendiri, untuk menyekolahkannya kembali, di sebuah universitas di sana.

“Taufiq, besok kamu ikut tes di kota, kamu sudah bapak daftarkan untuk melanjutkan sekolahmu”
“Baik pak”
“Di sana nanti kamu pasti akan bertemu yang namanya wanita, setelah kamu melihat wanita kamu akan mengidap rasa, yang namanya cinta, saya hanya menyarankan, kamu jangan mudah jatuh cinta, sebab dibalik rasa cinta pasti ada sakit hati”
“Hahaha, bapak bisa saja”

***

Meskipun ingatan Taufiq hilang, namun naluri kecerdasan Taufiq tidak ikut hanyut terseret ombak dalam kecelakaan itu, terbukti dia masuk dengan peringkat dua teratas, Taufiq berhasil lolos tes.

Namun ada yang membuat terkejut dalam hatinya, melihat nama di peringkat pertama, nama seorang wanita, teringat nasehat dari pak Ahmad.

“Siapa dia? Lia Resty? Seorang wanita?”

Memang benar nasehat pak Ahmad, wanita memang memalingkan, merubah, dan magic, dicarinya siapa pemilik nama itu, hingga ia dapati seorang gadis bermata indah, pemilik nama itu. Sekali lagi, nasehat pak Ahmad memang benar. Memang benar.

“Assalamualaikum, kamu Lia Resty?”
“Iya, ada apa?”
“Selamat ya, kamu peringkat satu, namaku Taufiq”
“Oh, iya, terimakasih, panggil saja aku Lia”

Untuk ketiga kalinya, memang benar, nasehat pak Ahmad memang benar, setelah kamu melihat wanita kamu akan mengidap rasa, yang namanya cinta. Kehidupan Taufiq yang penuh kekosongan sontak berubah, di saat seorang wanita hadir dalam hidupnya, membuat kisah cinta dimulai. Tiada yang tahu bahwa wanita ini bisa menghiasi hidupnya yang baru. Kisah cinta mereka terus berjalan hingga mereka tuntas menyelesaikan sekolah mereka.

Aku memujamu dalam kisahku walau sesaat dulu kau tak pernah ada
Aku mengabdikanmu dalam ceritaku walau dahulu kau hanya semu

Pemilik sepasang mata yang teduh, membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Dan terus mengumumkan rasa syukur atas ciptaan indah Sang Maha Kuasa. Taufiq jatuh cinta pertama kali. Hingga sebait janji dengan Tuhannya diucapkan, bahwa Taufiq mencintai Lia.
Aku tak tahu siapa yang ada dalam hatiku, aku tak mau terburu-buru, biarlah Allah yang akan menjadi pembimbing bagi hamba seperti aku dalam menemukan sang bidadari, andai bisa, kamulah bidadari itu, tapi aku tidak tahu, karena semua telah diukir dalam kanvas takdir, lauhulmahfudz.

***

Pagi itu, langit biru yang terang sontak berubah gelap, saat kendaraan yang dikendarai Taufiq menabrak sebuah pohon, saat ia menghindari penyeberang jalan. Kecelakaan yang kedua kalinya ini membuat Hanif kembali tak sadarkan diri selama 4 hari.

“Taufiq, kamu sudah sadar?” tanya Lia dengan khawatir
“Taufiq? Aku bukan Taufiq, Aku Rahman, maaf, kamu siapa?”
“Taufiq, ini aku Lia” air mata Lia mulai menghiasi matanya.

Di saat kisah cinta yang baru saja dimulai, ingatan Taufiq kembali hadir. Kembalinya ingatan Taufiq harus dibayar mahal dengan hilangnya memori kisah hidup barunya itu. Namun dia masih teringat dengan sosok wanita dengan mata itu, dia melihat air mata Lia, teringat janji yang ia lantunkan kepada Tuhannya, bahwa ia mencintai wanita itu. Keadaan ini membuat Taufiq berada dalam suasana yang sangat membingungkan. Pilihan antara harus menjalani amanat dan perintah dari orangtuanya untuk menikahi Neng Nadhil dan menjalani hari-hari indah saat bersama Lia dan keluarga barunya. 

Pilihan diantara Restu dan Janji. 

***

Tiada yang tahu taqdir tuhan, setelah lulus meneruskan sekolah, Lia harus pergi untuk kembali ke daerah asalnya. Menambah rasa sakit dalam hatinya, terbuktilah nasehat pak Ahmad dulu.

“Taufiq, maaf maksudku, Rahman, aku pamit pergi, terimakasih atas kenangan yang kau berikan, bukan maksudku meninggalkan dirimu karena sakit hatiku, namun aku harus kembali ke asalku”

“Sepenuh maaf dariku, kedatanganku ke Kalimantan ini, atas perjodohan dari keluargaku yang harus aku wujudkan, Lia maaf” 

Bayangan tentang Lia pun belum juga dapat hilang dari benak Taufiq, entah kenapa air mata yang meleleh dari kelopak mata gadis itu membuat Taufiq membeku dalam ketakutan. Air mata Lia membuat Taufiq sadar bahwa Lia mencintainya.

Namun Lia harus pergi meninggalkan dirinya, membawa rasa sakit dalam hati, membawanya pergi untuk selamanya.

Hati kecil yang tengah sepi selalu berbisik dalam takut, membuat hatiku gulana memilih Restu atau Janji.

***

Tiba saatnya ia bertemu dengan jodohnya, ia berangkat menuju Banjarmasin untuk bertemu dengan bidadarinya, bidadari yang telah dipilih dan direstui oleh keluarganya. Berbekal keyakinan dalam hati, tawakkal, dan kepasrahan, serta berserah diri kepada Sang Pemilik Jagad Raya, Taufiq menuju ke rumah Kiai Yusuf, ayah dari Neng Nadhil, wanita yang dijodohkan keluarganya.

Disinilah kepasrahan Taufiq dalam teka-teki cintanya memuncak, teka-teki Di Dalam Restu dan Janji, siapa bidadari yang akan mendampingi hidupnya kelak.

Bergetar hati Taufiq saat pandangannya beradu dengan calon bidadarinya yang akan menjadi pelengkap separuh imannya. Bibirnya membisu bahagia, hatinya tak berhenti bertasbih. Seakan mimpi, pandangan Taufiq masih terpaku pada sosok anggun nan bersinar wajahnya.

“Kamu? Kamu bidadari milikku?”

Air mata yang kembali menetes dari wajah cantik itu membuat ingatannya serontak mundur mencari nama gadis bermata indah “NadhilLia Resty Jasmiena”.

Gadis yang dicintainya, ternyata gadis yang dijodohkan keluarganya. Neng Nadhil adalah Lia, NadhilLia Resty Jasmiena. 

Dan kini Taufiq mendapatkan Restu dalam Janji, Janji dalam Restu. Di dalam Restu dan Janji, Kaulah bidadari itu.

***

“Saat Kucoba menepis bayangmu aku tak bisa, kamu adalah kenangan terindah bersama waktu. Dan biarlah aku bermain bersama rindu ini, rindu yang akan kubawa ke surga nanti. Lalu kupersembahkan kepadamu, sebagai mahkota berbalut permata”

“Cinta yang agung adalah ketika kau menitihkan air mata dan masih peduli dengannya, adalah ketika dia tak memperdulikanmu, namun kau masih menunggunya dengan setia, adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kau masih bisa tersenyum, sembari berkata “Aku turut bahagia untukmu”. (Kahlil Gibran)

“Apabila cintamu tak berhasil, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi, ingatlah bahwa kau akan menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati, maka kamu tidak perlu mati bersamanya. Orang yang kuat bukan mereka yang selalu menang, melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh” (Kahlil Gibran)

[“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah maha mengetahui, sedangkan kamu tidak”]                {Q.S. Al-Baqarah : 216}
Think and Feel it!

NEXT⏩

0 komentar:

loading...