TULISAN INI BERHASIL DINOBATKAN SEBAGAI FINALIS 100 NOMINATOR PEMENANG BANK INDONESIA BLOG AND VLOG COMPETITION FEATURING NET MEDIATAM...

Baper karena Rupiah



TULISAN INI BERHASIL DINOBATKAN SEBAGAI FINALIS 100 NOMINATOR PEMENANG BANK INDONESIA BLOG AND VLOG COMPETITION FEATURING NET MEDIATAMA 2017


Uang Rupiah (Doc. Pribadi)

Saat itu saya sedang berwisata ke Bali, tidak sah rasanya berwisata tanpa membawa oleh-oleh khas lokal untuk dibawa pulang, saya pun bergegas menuju tempat dimana tour guide saya menyarankan. Sembari melihat-lihat dagangan yang dipajang, mata saya tertuju pada seorang ‘bule’ yang memilah-milih cinderamata, tak lama kemudian dia pun mengeluarkan selembar dollar untuk membelinya.

Karena belum menemukan barang yang cocok untuk dibeli, saya pun melanjutkan berjalan melihat dan mencari barang yang pas di hati, tak sengaja saya bertemu lagi dengan ‘bule’ yang membeli cinderamata dengan dollar juga. Melihat dua kejadian ini membuat saya baper, bawa perasaan.

Sepulang dari Bali, seperti biasa di awal bulan saya rutin mengunjungi bank untuk menabungkan uang yang saya kumpulkan selama sebulan. Tibalah giliran nomor antrean saya, sembari menunggu teller bank memproses, saya melirik ke teller sebelah, melihat seorang laki-laki setengah baya juga menabung. Iseng-iseng mengintip uang yang disetorkan, ternyata dia menyetorkan uang dollar. Disini saya kembali baper, bawa perasaaan.

Kejadian berlanjut di sebuah kantin kampus, di saat sedang mengantri membayar makanan yang saya pesan, posisi saya saat itu berada di belakang seorang mahasiswi yang mengeluarkan uang dari dompetnya untuk membayar. Sembari dia mengeluarkan lembar Rupiah, terjatuhlah beberapa koin Rupiah nominal 200 Rupiah dan 500 Rupiah, spontan saya menegur “mbak, uangnya jatuh”, namun tak dihiraukan, seakan-akan malu untuk memungutnya, mungkin karena hanya sejumlah 700 Rupiah saja. Tanpa sepatah kata mahasiswi tersebut langsung meninggalkan tempat, saya pun memungut uang recehan tersebut untuk dimasukkan ke dalam dompet. Lagi-lagi saya merasa baper, bawa perasaan.

Uang Rupiah (Doc. Pribadi)

Melihat dari 3 peristiwa yang membuat saya baper tersebut, saya pun merenung. Flashback pada peristiwa yang pertama, saya membandingkan dan sedikit berpikir bahwa Bali merupakan wilayah teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketika kita ke luar negeri kita diwajibkan membayar dengan mata uang negara setempat, namun di negeri sendiri, kita justru lebih senang saat dibayar dengan dollar.

Peristiwa yang kedua pun begitu, kenapa sih tidak menabung menggunakan Rupiah saja, padahal Rupiah merupakan mata uang kebanggaan kita. Tak jauh berbeda dengan peristiwa yang ketiga, sesuatu yang ngakunya dibanggakan, justru dibuang-buang.

Dan kalian pasti sering melihat brosur-brosur, atau iklan jasa travel yang mencantumkan nominal dollar, padahal jelas konsumen mereka adalah orang Indonesia dan mereka menjual jasa di wilayah Indonesia. Baper nggak sih?. Tak jarang pula saya melihat lembar Rupiah yang bertuliskan coretan nomor handphone, lembar yang sobek, lusuh, dan banyak lagi peristiwa yang saya alami, yang membuat saya baper karena Rupiah.

Renungan saya tak berhenti sampai disitu, hati dan logika pun saling berdiskusi, hingga akhirnya munculah keinginan untuk mengajak diri saya dan orang-orang sekitar agar mulai mencintai Rupiah.

Mulailah dengan mengenalnya lebih dekat dan belajar mencintainya

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, begitulah pepatah mengatakan. Di saat kita ingin mencintai Rupiah, maka kenali terlebih dahulu siapa itu Rupiah sebagai mata uang kita. Cara mengenal Rupiah adalah dengan mengetahui ciri-ciri keaslian uang Rupiah itu sendiri, 12 fitur keamanan yang dimiliki Rupiah emisi 2016 membuat kita dengan mudah mengenali Rupiah, kalian bisa memahaminya pada buku panduan yang telah disosialisasikan oleh Bank Indonesia.

Rupiah dapat mudah dikenali dengan menggunakan sinar ultraviolet, namun kita juga dapat mengenalinya dengan cara yang lebih sederhana yakni dengan trik 3D:

  • ·         Dilihat
  • ·         Diraba
  • ·         Diterawang

Uang Rupiah (Doc. Pribadi)

Di saat kita telah mengenal Rupiah, maka secara otomatis akan mudah pula untuk mencintainya. Selain itu dengan mengenal Rupiah, kita akan terhindar dari bahaya Rupiah yang palsu, karena kita telah mengenalnya dengan begitu dekat.

Cintai dengan cinta yang tulus

Jangan menganggap Rupiah hanya sekedar mata uang, karena setiap lembar Rupiah merupakan perwujudan sekaligus simbol dari kedaulatan Negara Republik Indonesia. Mencintai Rupiah merupakan wujud kecintaan kita terhadap kemandirian bangsa. Frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan background peta Indonesia yang tercantum pada lembar rupiah adalah arti bahwa Rupiah merupakan simbol persatuan bangsa Indonesia.

Rupiah Simbol Persatuan Bangsa Indonesia (Doc. Pribadi)

Maka cintailah Rupiah dengan cinta yang tulus, jangan mencintai Rupiah di saat kurs tengah lesu saja, cintailah Rupiah dengan cinta yang seutuhnya, disaat kurs Rupiah sedang melemah ataupun menguat. Walau rate selalu berfluktuasi.

Di dalam Rupiah juga terdapat gambar foto pahlawan, serta identitas bangsa Indonesia seperti pemandangan alam, dan keberagaman budaya lainnya yang juga ditampilkan dalam Rupiah. Setelah mengetahui fakta ini maka sebuah keharusan bagi kita untuk mencintai Rupiah sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan serta kecintaan terhadap tanah air.

Jangan pernah menyakitinya

Mencintai adalah berjanji untuk tidak menyakiti. Mencintai artinya menjaga, menjaga Rupiah dengan tidak merusaknya. Ketika Rupiah itu rusak maka dia tidak akan berlaku lagi, dan harus ditarik dari peredaran. Bayangkan, ketika mereka rusak kemudian harus diganti dengan Rupiah yang baru, berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk mecetak uang yang baru.

Menjaga kualitas uang Rupiah adalah sebuah keharusan. Karena ketika Rupiah rusak, kita akan sulit mengenal keasliannya, sehingga Rupiah palsu dengan mudah beredar, yang akibatnya akan merugikan kita sendiri. Mungkin jika Rupiah bisa bersuara, kita akan mendengar suara teriakannya karena sering dianiaya.

Sudah lihat kan foto pahlawan dan gambar identitas bangsa yang terdapat di Rupiah? Apa kalian tega untuk merusak foto pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini? Maka dari itu, cintailah Rupiah dengan tidak menyakitinya, yakni dengan:

  • ·         Jangan dicoret
  • ·         Jangan distapler
  • ·         Jangan diremas
  • ·         Jangan dibasahi, dan
  • ·         Jangan dilipat

Bagaimana sikap kita ketika kita mendapati uang Rupiah yang telah rusak? Apakah dibuang saja? Jangan dibuang, karena kita dapat menukar uang tersebut kepada bank untuk ditukarkan dengan Rupiah yang baru.

Selain itu, jangan pernah untuk acuh terhadapnya, apalagi membuang-buang Rupiah. Jagalah Rupiah sekecil apapun nominalnya, pungut dia kembali ketika kalian mengetahui dia tergeletak di tanah, tanyakan kepada orang sekitar yang merasa memiliki Rupiah tersebut.

Saya sendiri sudah mengumpulkan ratusan koin Rupiah yang disia-siakan, dibuang, dan dibiarkan oleh pemiliknya sejak 2 tahun terakhir.

Mengumpulkan Koin Rupiah yang disia-siakan (Doc. Pribadi)

Karena saya berpikir, uang 1 juta tidak akan menjadi 1 juta ketika 100 Rupiahnya tidak ada. Banyak dari mereka yang kurang beruntung dari kita yang lebih menghargai Rupiah walau sekecil apapun nominalnya, mereka kumpulkan sedikit demi sedikit dengan harapan suatu saat akan menjadi banyak.

Jangan pernah lost interaction dengannya

Pernah nggak kalian sakit hati ketika kurs Rupiah jomplang? Sakit hati kan? Sama saya juga baper kalau mendengar berita kurs Rupiah sedang melemah. Kalian tau nggak sih mengapa Rupiah bisa jomplang? Salah satunya dikarenakan sikap kita terhadap Rupiah yang enggan menggunakannnya dalam transaksi dan lebih memilih menggunakan mata uang lain. Rupiah tuh sebenarnya cemburu disini.

Kita lebih bangga ketika menggunakan atau menerima dollar, karena kita menganggap dollar itu keren, padahal Rupiah jauh lebih keren. Ingat nggak, dahulu ketika kita kecil, kita selalu merengek meminta Rupiah kepada orang tua kita, namun ketika sudah besar, kita melupakan Rupiah.

Sebagai bentuk cinta kita kepada Rupiah, ayo selalu menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi keuangan dalam negeri baik tunai maupun nontunai. Yakni dengan:

  • ·         Jual beli dengan menggunakan Rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • ·         Meminta untuk menukarkan ke Rupiah terlebih dahulu ketika dibayar dengan valuta asing         bila berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • ·         Menabung dengan Rupiah
  • ·         Dan transaksi tunai maupun nontunai lainnya sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia          tentang kewajiban penggunaan Rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menabung dengan Rupiah (Doc. Pribadi)

Penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi merupakan perwujudan kecintaan terhadap kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia. Selain itu menggunakan Rupiah merupakan bentuk bela negara sebagai cara kita mencintai tanah air.

Ingatlah bahwa kita bisa bertransaksi setiap hari, tidak lepas berkat kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pahlawan, apa kita tidak malu mengisi kemerdekaan dengan pengkhianatan terhadap negeri sendiri, karena lebih memilih menggunakan mata uang asing. Jadi ayo cintai Rupiah, dengan menggunakan Rupiah setiap bertransaksi.

Tenang, cinta kamu nggak bakalan dikhianati

Mencintai Rupiah, sejatinya adalah bentuk kecintaan kepada diri kita sendiri, menggunakan Rupiah adalah demi masyarakat itu sendiri. Ketika kita lebih memilih dollar, jangan salahkan Rupiah yang melemah, otomatis hal tersebut bisa membuat gonjang-ganjing perekonomian, dan tentunya merugikan kita sendiri. Ketika Rupiah diacuhkan, dan permintaan terhadap mata uang asing meningkat, hal tersebut membuat nilai kurs Rupiah menurun, sehingga harga-harga barang naik. Jangan hanya menuntut nilai Rupiah untuk tetap stabil, namun juga kita harus memberikan timbal balik berupa dukungan dan perlakuan yang baik terhadap Rupiah.

Coba ingat kembali pada cerita diatas, ketika kalian melihat iklan jasa travel yang mencantumkan nominal dollar, sejatinya kita benar-benar merugi. Selain Rupiah yang diacuhkan, bisa jadi harga yang ditawarkan lebih tinggi dari harga pasar, karena kita nggak tahu persis berapa nilai sebenarnya dalam Rupiah.

Mencintai Rupiah sekecil apapun nominalnya (Doc. Pribadi)

Rupiah bukan pengkhianat cinta, ketika dia mulai dicintai, maka kita akan diberi timbal balik, Rupiah akan membalas berupa cinta yang lebih kepada kita. Jadi Rupiah nggak bakalan jadi pemberi harapan palsu atas cinta kita.

Saat Rupiah mulai dicintai, digunakan dalam bertransaksi maka nilai Rupiah akan stabil, dan terus menguat yang kesemuanya itu akan menguntungkan kita. Harga barang menjadi stabil dan terjangkau yang secara tidak langsung akan mengurangi angka kemiskinan.

Selain itu dengan kita menggunakan Rupiah, tidak akan ada lagi berita-berita atau omongan-omongan yang menjelek-jelekkan Rupiah, apalagi sampai mengatakan Rupiah adalah mata uang sampah. Dan tentunya, dengan mencintai Rupiah artinya kita membuktikan pada dunia bahwa Rupiah merupakan mata uang yang mempunyai harga diri dan begitu dicintai di negeri asalnya.

Perjuangkan dan pertahankan cintamu

Setelah kita mengenali Rupiah, tidak menyakitinya, tidak pernah lost interaction dengannya, mulai baper disaat melihat Rupiah diperlakukan dengan tidak sebagaimana mestinya, serta  mulai mencintai Rupiah dengan tulus. Maka langkah selanjutnya yang paling penting adalah memperjuangkan dan mempertahankan cinta tersebut. Karena cinta saja tidak cukup, harus ada gerakan riil yang terukur.

Mulailah dengan terus ajeg dalam memperlakukan Rupiah dengan baik, mengkampanyekan serta mendukung gerakan Cinta Rupiah, seperti mengajak handai taulan teman terdekat ikut baper karena Rupiah.

Mencintai Rupiah (Doc. Pribadi)

Kita perjuangkan Rupiah, agar daerah 3T yakni terdepan, terluar, tertinggal, yang mereka sering menggunakan uang asing untuk transaksi, beralih kepada Rupiah dan mulai mencintai serta bangga dengan Rupiah.

Tunjukkan bahwa kita cinta dengan ibu pertiwi, hapus air matanya dengan sungguh-sungguh mencintai tanah air, menjadikan Rupiah sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Mandiri dan berdaulat di bumi pertiwi dengan kaki tangan kita sendiri.

Yuk #CintaRupiah.

Lihatlah putra putrimu, menggembirakan ibu
Ibu kami tetap cinta, Putramu yang setia
Menjaga harta pusaka, Untuk nusa dan bangsa
(Potongan bait lagu “Ibu Pertiwi” Karya Ismail Marzuki).
Think and Feel it!

NEXT⏩

0 komentar:

Cerpen ini dibuat pada tahun 2013 dengan mengadopsi novel "Air Mata Nayla" karya Muhammad Ardiansha El-Zhemary Saat indahn...

Di Dalam Restu dan Janji

Cerpen ini dibuat pada tahun 2013 dengan mengadopsi novel "Air Mata Nayla" karya Muhammad Ardiansha El-Zhemary
Saat indahnya cahaya rembulan , dan bintang bersinar di gelapnya malam, Kulihat impian bersamamu. Ketika sunyinya malam disambut indahnya senang di pagi ini, Kurasakan indahnya pesonamu.

Tapi aku takut, semua harapan, dan  impian bersamamu, hanyalah sebatas mimpi, dan harapanku tiada tercapai. Andai semua itu nyata, kurasakan betapa sempurnanya hidup ini jika kau ada di sisiku.

Terlihat bayang-bayang atap rumah di dalam mata anak remaja itu, terbangun, tersadarkan, diatas sandaran empuk di ruangan itu. Tampak kebingungan, dan keheranan dalam wajahnya.

“Alhamdulillah, rupanya kamu telah siuman”
“Anda siapa? saya dimana? kenapa saya ada disini?”
“Saya pak Ahmad, kamu sudah 4 hari tidak sadarkan diri, nama kamu siapa nak?”
“Nama? nama saya?”

Pesisir paling selatan pulau Kalimantan, menjadi saksi kecelakaan besar, meledak dan tenggelamnya sebuah kapal. Tiada seorangpun yang selamat selain remaja ini, kedua orangtuanya juga tidak selamat dalam kecelakaan itu. Perjodohan keluarga yang mengantarkannya ke Kalimantan, namun, amnesia menimpanya, hilang seluruh ingatannya, termasuk amanat dari orang tuanya, amanat berupa restu dari seorang kiai di Banyuwangi, untuk menikahi Neng Nadhil putri dari kiai Yusuf, seorang pemuka agama di Kalimantan. 

“Iya, nama, kamu tidak tahu siapa namamu?
“Nama? Siapa nama saya? saya tidak tahu siapa nama saya”
“(Rupanya anak ini hilang ingatan) Baiklah saya panggil kamu Taufiq, Kahlil Taufiq”. Pak Ahmad memilih nama itu, setelah tampak tertulis nama Kahlil Gibran pada kalung di leher remaja itu, mungkin remaja ini sangat menggemari ‘Kahlil Gibran’, Sang legenda maestro cinta.

***

Hari ini indah berteman sinar mentari. berawal dari mimpi tuk menjalani hari
Dengan senyum keindahan bermula meniti esok dalam doa, dan cinta.....

Sebulan lamanya Taufiq menjalani kehidupan barunya bersama laut, pantai, dan karang, bersama seorang saudagar nelayan. Taufiq adalah anak yang rajin, ulet, dan cerdas, belum lagi pribadinya yang religius, karena dulu dia memang hidup di lingkungan pesantren. Kehidupan Taufiq yang penuh kekosongan berubah, Pak Ahmad yang sudah menganggap dia sebagai anak sendiri, untuk menyekolahkannya kembali, di sebuah universitas di sana.

“Taufiq, besok kamu ikut tes di kota, kamu sudah bapak daftarkan untuk melanjutkan sekolahmu”
“Baik pak”
“Di sana nanti kamu pasti akan bertemu yang namanya wanita, setelah kamu melihat wanita kamu akan mengidap rasa, yang namanya cinta, saya hanya menyarankan, kamu jangan mudah jatuh cinta, sebab dibalik rasa cinta pasti ada sakit hati”
“Hahaha, bapak bisa saja”

***

Meskipun ingatan Taufiq hilang, namun naluri kecerdasan Taufiq tidak ikut hanyut terseret ombak dalam kecelakaan itu, terbukti dia masuk dengan peringkat dua teratas, Taufiq berhasil lolos tes.

Namun ada yang membuat terkejut dalam hatinya, melihat nama di peringkat pertama, nama seorang wanita, teringat nasehat dari pak Ahmad.

“Siapa dia? Lia Resty? Seorang wanita?”

Memang benar nasehat pak Ahmad, wanita memang memalingkan, merubah, dan magic, dicarinya siapa pemilik nama itu, hingga ia dapati seorang gadis bermata indah, pemilik nama itu. Sekali lagi, nasehat pak Ahmad memang benar. Memang benar.

“Assalamualaikum, kamu Lia Resty?”
“Iya, ada apa?”
“Selamat ya, kamu peringkat satu, namaku Taufiq”
“Oh, iya, terimakasih, panggil saja aku Lia”

Untuk ketiga kalinya, memang benar, nasehat pak Ahmad memang benar, setelah kamu melihat wanita kamu akan mengidap rasa, yang namanya cinta. Kehidupan Taufiq yang penuh kekosongan sontak berubah, di saat seorang wanita hadir dalam hidupnya, membuat kisah cinta dimulai. Tiada yang tahu bahwa wanita ini bisa menghiasi hidupnya yang baru. Kisah cinta mereka terus berjalan hingga mereka tuntas menyelesaikan sekolah mereka.

Aku memujamu dalam kisahku walau sesaat dulu kau tak pernah ada
Aku mengabdikanmu dalam ceritaku walau dahulu kau hanya semu

Pemilik sepasang mata yang teduh, membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Dan terus mengumumkan rasa syukur atas ciptaan indah Sang Maha Kuasa. Taufiq jatuh cinta pertama kali. Hingga sebait janji dengan Tuhannya diucapkan, bahwa Taufiq mencintai Lia.
Aku tak tahu siapa yang ada dalam hatiku, aku tak mau terburu-buru, biarlah Allah yang akan menjadi pembimbing bagi hamba seperti aku dalam menemukan sang bidadari, andai bisa, kamulah bidadari itu, tapi aku tidak tahu, karena semua telah diukir dalam kanvas takdir, lauhulmahfudz.

***

Pagi itu, langit biru yang terang sontak berubah gelap, saat kendaraan yang dikendarai Taufiq menabrak sebuah pohon, saat ia menghindari penyeberang jalan. Kecelakaan yang kedua kalinya ini membuat Hanif kembali tak sadarkan diri selama 4 hari.

“Taufiq, kamu sudah sadar?” tanya Lia dengan khawatir
“Taufiq? Aku bukan Taufiq, Aku Rahman, maaf, kamu siapa?”
“Taufiq, ini aku Lia” air mata Lia mulai menghiasi matanya.

Di saat kisah cinta yang baru saja dimulai, ingatan Taufiq kembali hadir. Kembalinya ingatan Taufiq harus dibayar mahal dengan hilangnya memori kisah hidup barunya itu. Namun dia masih teringat dengan sosok wanita dengan mata itu, dia melihat air mata Lia, teringat janji yang ia lantunkan kepada Tuhannya, bahwa ia mencintai wanita itu. Keadaan ini membuat Taufiq berada dalam suasana yang sangat membingungkan. Pilihan antara harus menjalani amanat dan perintah dari orangtuanya untuk menikahi Neng Nadhil dan menjalani hari-hari indah saat bersama Lia dan keluarga barunya. 

Pilihan diantara Restu dan Janji. 

***

Tiada yang tahu taqdir tuhan, setelah lulus meneruskan sekolah, Lia harus pergi untuk kembali ke daerah asalnya. Menambah rasa sakit dalam hatinya, terbuktilah nasehat pak Ahmad dulu.

“Taufiq, maaf maksudku, Rahman, aku pamit pergi, terimakasih atas kenangan yang kau berikan, bukan maksudku meninggalkan dirimu karena sakit hatiku, namun aku harus kembali ke asalku”

“Sepenuh maaf dariku, kedatanganku ke Kalimantan ini, atas perjodohan dari keluargaku yang harus aku wujudkan, Lia maaf” 

Bayangan tentang Lia pun belum juga dapat hilang dari benak Taufiq, entah kenapa air mata yang meleleh dari kelopak mata gadis itu membuat Taufiq membeku dalam ketakutan. Air mata Lia membuat Taufiq sadar bahwa Lia mencintainya.

Namun Lia harus pergi meninggalkan dirinya, membawa rasa sakit dalam hati, membawanya pergi untuk selamanya.

Hati kecil yang tengah sepi selalu berbisik dalam takut, membuat hatiku gulana memilih Restu atau Janji.

***

Tiba saatnya ia bertemu dengan jodohnya, ia berangkat menuju Banjarmasin untuk bertemu dengan bidadarinya, bidadari yang telah dipilih dan direstui oleh keluarganya. Berbekal keyakinan dalam hati, tawakkal, dan kepasrahan, serta berserah diri kepada Sang Pemilik Jagad Raya, Taufiq menuju ke rumah Kiai Yusuf, ayah dari Neng Nadhil, wanita yang dijodohkan keluarganya.

Disinilah kepasrahan Taufiq dalam teka-teki cintanya memuncak, teka-teki Di Dalam Restu dan Janji, siapa bidadari yang akan mendampingi hidupnya kelak.

Bergetar hati Taufiq saat pandangannya beradu dengan calon bidadarinya yang akan menjadi pelengkap separuh imannya. Bibirnya membisu bahagia, hatinya tak berhenti bertasbih. Seakan mimpi, pandangan Taufiq masih terpaku pada sosok anggun nan bersinar wajahnya.

“Kamu? Kamu bidadari milikku?”

Air mata yang kembali menetes dari wajah cantik itu membuat ingatannya serontak mundur mencari nama gadis bermata indah “NadhilLia Resty Jasmiena”.

Gadis yang dicintainya, ternyata gadis yang dijodohkan keluarganya. Neng Nadhil adalah Lia, NadhilLia Resty Jasmiena. 

Dan kini Taufiq mendapatkan Restu dalam Janji, Janji dalam Restu. Di dalam Restu dan Janji, Kaulah bidadari itu.

***

“Saat Kucoba menepis bayangmu aku tak bisa, kamu adalah kenangan terindah bersama waktu. Dan biarlah aku bermain bersama rindu ini, rindu yang akan kubawa ke surga nanti. Lalu kupersembahkan kepadamu, sebagai mahkota berbalut permata”

“Cinta yang agung adalah ketika kau menitihkan air mata dan masih peduli dengannya, adalah ketika dia tak memperdulikanmu, namun kau masih menunggunya dengan setia, adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kau masih bisa tersenyum, sembari berkata “Aku turut bahagia untukmu”. (Kahlil Gibran)

“Apabila cintamu tak berhasil, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi, ingatlah bahwa kau akan menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati, maka kamu tidak perlu mati bersamanya. Orang yang kuat bukan mereka yang selalu menang, melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh” (Kahlil Gibran)

[“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah maha mengetahui, sedangkan kamu tidak”]                {Q.S. Al-Baqarah : 216}
Think and Feel it!

NEXT⏩

0 komentar:

TULISAN INI BERHASIL MENDAPAT PENGHARGAAN BERUPA "NOMOR 33 DARI 35 TULISAN TERPILIH" DALAM BLOG COMPETITION TRADE MALL ...

Jangan Sampai Makin Bengong Karena Salah Tempat Nongkrong




TULISAN INI BERHASIL MENDAPAT PENGHARGAAN BERUPA "NOMOR 33 DARI 35 TULISAN TERPILIH" DALAM BLOG COMPETITION TRADE MALL AGUNG PODOMORO VAGANZA 2017

Di zaman yang disebut zaman ”now” ini, dimana istilah “gabut”sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahkan sudah sampai ke Amerika kali ya. Istilah-istilah yang digunakan saat mereka sedang bengong di rumah, di kos, atau dimanapun, dan mereka bingung mau ngapain.

Dan solusi paling tepat saat manusia zaman “now” sedang “gabut” adalah nongkrong. Iya, nongkrong merupakan kegiatan paling ‘sakral’ buat manusia zaman “now”, dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka.

Nongkrong untuk sekedar kumpul-kumpul, bertemu teman-teman, melepas penat, ataupun yang lainnya, yang diharapkan dengan nongkrong itu dapat membawa angin bahagia baru ketika mereka pulang ke rumah.

Berbagai macam tempat digunakan untuk mengekspresikan ‘ritual’ tersebut, mulai dari cafe, warung, mall, ataupun yang lainnya. Namun yang sering terjadi yang seperti ini nih.

Suatu obrolan di grup chat;
“Guys, kuy nongkrong yuk, gabut nih di rumah mulu”
“yuk”
“mau nongkrong dimana?”
“di situ aja”
“jangan nggak enak disitu, disini aja”
-Dan akhirnya grup chat pun hening karena terlalu lama menentukan tempat nongkrong

Kejadian seperti ini sangat klasik, ngajakin teman-teman nongkrong tapi nggak tau  mau kemana akhirnya ujung-ujungnya nggak jadi, dan nongkrong pun hanya tinggal wacana.

Atau bahkan, seringkali mereka sudah menemukan tempat nongkrong dan kumpul bareng, tapi pada akhirnya mereka makin bengong karena salah pilih tempat nongkrong.

Minimnya tempat nongkrong yang ‘pas’ dan sesuai untuk manusia zaman “now” tersebut adalah ancaman untuk kreatifitas mereka. Karena tidak semua nongkrong berkonotasi negatif dan tidak berguna ataupun membuang waktu saja.

Seringkali hal berawal dari obrolan di tempat nongkrong bisa melahirkan hal baru yang hebat dan berfaedah. Bahkan bukan Cuma ngobrolin orang lain atau ngegosip namun nongkrong bisa digunakan untuk pengembangan diri.

Dan untuk kalian yang bingung dimana tempat nongkrong yang benar-benar pas, yang dapat membuat nongkrong kalian jadi lebih asyik bareng teman-teman. TM Agung Podomoro solusinya. Sudah tahu tentang TM Agung Podomoro?

TM Agung Podomoro telah hadir di Jakarta dan Balikpapan dan ini sudah ada 10 TM yang tersebar. Ada 9 TM yang berlokasi di Jakarta dan 1 TM yang berlokasi di Balikpapan. 9 TM di Jakarta tersebut adalah Mangga Dua Square, Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok, Blok M Square, Blok B Tanah Abang, Harco Glodok dan Kalibata City Square. Sedangkan di Balikpapan ada Plaza Balikpapan.

Kenapa sih harus TM Agung Podomoro solusinya? Ada beberapa alasan mengapa kamu haru pilih TM Agung Podomoro untuk menjadi solusi nongkrong kamu. Pertama adalah akses menuju lokasi TM Agung Podomoro yang terjangkau. Semua cabang TM Agung Podomoro berada di lokasi yang terjangkau, tidak perlu bersusah payah mencari sinyal untuk buka google maps, semua orang dipastikan tahu dimana letak TM Agung Podomoro.

Kedua, alasan mengapa kalian harus pilih TM Agung Podomoro sebagai solusi tempat nongkrongmu adalah nongkrongmu tidak akan flat di TM Agung Podomoro sembari nongkrong kalian akan disuguhi konser-konser, dan penampilan pentas seni menarik disana, membuat kegiatan nongkrong kamu akan makin asyik dan berwarna.

Tidak hanya sebatas 2 alasan itu. ketiga, sembari kamu ngobrol bareng teman-teman kamu, kamu bisa shopping ataupun melihat gerai-gerai yang ada di TM Agung Podomoro, banyak discount-discount yang menanti kamu di TM Agung Podomoro.

Dan banyak lagi keuntungan dan hebatnya jika kamu nongkrong di TM Agung Podomoro, seperti kamu nggak bakalan gerah atau kepanasan karena pastinya di TM Agung Podomoro telah dilengkapi AC. Selain itu toilet yang bersih dan nyaman juga disediakan di TM Agung Podomoro.

Jadi, TM Agung Podomoro memang merupakan tempat yang recommended banget untuk kalian yang bingung untuk pilih tempat nongkrong. Jangan sampai kalian bingung pilih tempat nongkrong kemudian membuat acara nongkrong kalian jadi gagal, dan kalian bertambah gabut di rumah atau kos.

Jangan sampai kalian tambah bengong saat nongkrong karena salah pilih tempat nongkrong, TM Agung Podomoro tempat nongkrong asyik bareng teman-teman.
Think and Feel it!

NEXT⏩

0 komentar:

Siapa yang tak terheran-heran dan takjub melihat Turki kembali bangkit setelah hancur dengan kesekulerannya. Turki yang kumuh, kotor, ...

Bersama Sebab Cinta dalam Akidah untuk Indonesia


Siapa yang tak terheran-heran dan takjub melihat Turki kembali bangkit setelah hancur dengan kesekulerannya. Turki yang kumuh, kotor, nyaris bubar. Mata uang yang tak ada harganya sama sekali, sontak kembali bangun dan meloncat dari atas tempat tidur, mengagetkan seluruh negeri di muka bumi ini.

Resolusi sholat subuh berjamaah yang diusung Erdogan, menjadi titik balik kebangkitan Turki, menjadi Turki yang kembali perkasa dengan ruh Islamnya yang kembali merasuk dalam sanubarinya.

Jelas adalah ide cerdas, sholat subuh berjamaah sebagai tolak ukur kualitas umat muslim. Menggiring ummat menuju masjid di saat dingin, dan gelapnya jalan serta rayuan kehangatan tempat tidur yang harus dilawan demi “Sholat Subuh Berjamaah” sebagai simbol persatuan umat Islam.

Tidak perlu menunggu lama sejak dicanangkan resolusi sholat subuh berjamaah, Turki kembali bangkit sebagai negara yang hebat seperti keperkasaan nenek moyang mereka, kekhalifahan Utsmani.

Masih teringat bagaimana pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan konstantinopel, yang merupakan sebaik-baik pasukan. Pasukan yang tak pernah meninggalkan sholat malam, puasa sunnah, dan sholat berjamaah, atas dasar cinta dalam akidah, bersatu demi kejayaan Islam, berhasil mewujudkan janji Rosulullah SAW, bahwa konstantinopel akan tunduk di bawah kaum muslimin.

Bayang-bayang sholat subuh sejauh 3 kilometer yang dilakukan pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih setiap akan melakukan serangan, kembali hadir di Turki. Ummat muslim kembali tergerak hatinya untuk meramaikan fajar di masjid, karena keyakinan dan kecintaan mereka terhadap persatuan Islam.

Lain pula di Indonesia, jelas tertulis dalam sejarah bahwa momen kebangkitan nasional, banyak diperkasai oleh persatuan ummat Islam, salah satunya adalah Sarekat Dagang Islam, yang berganti menjadi Sarekat Islam. H.O.S Cokroaminoto yang begitu yakin bahwa dengan memperkuat jalinan ukhuwah Islamiyah, jalinan kecintaan dalam akidah akan efektif dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Kesadaran ummat untuk bersatu dan bangkit tak terhenti disitu. KH. Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyah bangun untuk memperbaiki keadaan sosial dan pendidikan.

Resolusi Jihad diusung oleh ulama-ulama pendahulu Indonesia, untuk mengusir para penjajah, terbukti ampuh. Ke-Ukhuwah-an santri yang terikat atas dasar cinta dan akidah berhasil mempertahankan panji kemerdekaan negeri ini. Sebab Resolusi Jihad, Indonesia bisa dipertahankan dari rongrongan penjajah. Sebab persatuan atas cinta dan akidahlah yang menginspirasi semua itu.

Pesan Al-Quran kepada ummat “Maka dirikanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah” (Q.S. Asyura : 13) dipegang teguh oleh mereka atas dasar kecintaan dalam akidah.

Tiada sejarah yang tidak mencatat, bila kaum Muslim bersatu, praktis mereka tak pernah terkalahkan barang sekalipun. Sebesar apapun kekuatan yang mereka hadapi, berlipat sekalipun. Dan tak sedikitpun yang dapat meragukan itu.

Namun setelah penerus bangsa mulai mengambil alih negeri ini. Mereka terlena, dan membuat negeri ini kembali terjajah dengan tangan-tangan mereka sendiri. Perpecahan lahir kembali sebagai monster yang menghantui mimpi-mimpi kejayaan.

Hingga sampailah pada kenyataan yang kita saksikan saat ini, realita perhari ini, ummat ini sedang menghadapi ujian ukhuwah sesuatu yang penting dalam Islam. Terjadilah apa yang diramalkan 1400 tahun yang lalu, adalah perselisihan diantara ummat Islam adalah hal yang paling dikhawatirkan Rosulullah SAW.

Hilangnya penghubung cinta dalam hati dan akidah diantara kaum muslim juga selaras dengan semakin terpuruknya negeri ini, kemiskinan, dan korupsi seakan menjadi sarapan di setiap pagi. Sebab beberapa hal sepeleh yang membuat umat Islam terputus jalinan cinta dalam akidahnya sesama muslim.

Umat Islam sebagai pemegang pondasi vital negeri ini, sebagai hampir 90% pendudukya adalah mayoritas muslim, yang menjadikan Indonesia sebagai negara yang beragama Islam terbesar di dunia. Ummat muslim Indonesia merupakan pemegang kunci parameter hancur atau bangkitnya Indonesia.

Maka wajar jika banyak cara yang diinvestasikan untuk membuat kaum Muslim terpecah belah. Membagi-bagi mereka lalu melabeli kaum Muslim dengan label-label tertentu. Lalu kita menginjak satu sama lain, jadilah kaum muslim sibuk dengan perseteruan diantara mereka bagaikan buih di lautan. Memperuncing perbedaan pandangan dalam Islam adalah sumber yang dianggap sebagai masalah yang sejak dahulu tidak pernah usai.

Karena sekarang seolah-olah berbeda itu suatu kesalahan, padahal perbedaan adalah hal yang biasa yang ditakdirkan menjadi rahmat dari Allah SWT. Egoisme pada golongan dan aliran tak jarang mengakibatkan perpecahan ummat Islam itu sendiri.

Namun tidak, perpecahan yang selama ini diklaim justru tidak menemukan keberhasilannya. Yang ada adalah kaum muslim justru merindukan persatuan atas Iman, bersama atas cinta terhadap agama ini untuk kemaslahatan dan kebangkitan Indonesia.

Walau jalinan cinta dalam akidah mulai terputus, tetapi wujud cinta diantara hati ummat Islam itu masih ada, masih bersinar benih-benih ukhuwah yang ingin tumbuh kembali. Keinginan bersatu untuk negeri selalu ada di setiap jiwa ummat Islam.

Perbedaan yang dianggap sebagai duri yang menusuk, memecah belah, berusaha untuk dicabut. Keinginan menyamakan beda yang merupakan rahmat dari Allah adalah bentuk kesungguhan hati yang mulia. Karena dalam hidup dan berinteraksi dengan orang lain, selalu ada hal yang tak dapat kita nafikan persamaannya, dan ada yang juga tidak dapat ditolak perbedaanya. Artinya, kita tidak mungkin bisa sama dalam setiap hal, dan tak bisa berbeda dalam semua hal. Sama itu suatu kewajaran dan perbedaan pun tak bisa terelakkan.

Saat kita mengkaji Islam, maka disana tersirat bahwa setiap jiwa yang bersyahadat itu adalah saudara. Tidak hanya saudara dunia tapi juga akhirat, yang mampu membela kita di hadapan Allah di akhirat

Umat Islam satu dengan yang lain tak lahir di tempat yang sama, bahkan pun jauh berbeda. Sifat, sikap, gaya, cara kita tersendiri. Tapi dapat disatukan dengan impian yang sama, yakni persatuan, diperjalankan dengan langkah yang jelas tak berbeda, begitu pula ummat Islam digandengkan dengan cita-cita yang tak ternilai, ummat Islam diikat dengan harga yang takkan terbeli.

Walau kerap kali kita berbeda pendapat dan berselisih, bagiku aku benar dan bagimu kamu lebih benar. Bagiku kamu salah dan bagimu aku lebih salah. Begitulah kisah  kita diuji, semua ini karena rahmat Allah SWT.

Bersatu memang tak mudah, karena harus memahami, harus ada pengorbanan disana. Bahkan terkadang kita berpikir untuk berjalan sendiri karena itu mungkin akan lebih baik. Menempuh perjalanan sendiri mungkin akan lebih baik karena akan lebih lekas selesai, tak perlu memikirkan siapapun selain diri sendiri. Tapi bukan itu yang kita inginkan.

Karena penyatuan dalam Islam itu ialah penyatuan akal dan hati, berasal dari akidah yang sama, bukan hanya dari bentuk fisik. Meyatukan hati ummat Islam merupaka bentuk penyatuan cinta dalam akidah. Kita tak pernah ditakdirkan sendiri dalam perjuangan, karena surga itu diciptakan bukan untuk sendiri, tetapi bersama.

Maka persatuan ummat Muslim adalah hal yang kita inginkan dan harus terwujud. Dan Allah telah memberikan resep persatuan itu, yaitu semua harus dikembalikan pada Allah, maka jelaslah dalam Q.S. Ali Imron: 103 ukhuwah itu dasarnya Iman dan cinta.

Cinta tak dapat dilihat, tapi bisa diketahui dari penampakannya, dari kecenderungan bahkan dari pemikirannya. Adanya cinta terlihat dari itu semua. Saudara dalam akidah, merindu akan cinta terhadap ukhuwah persatuan Islam.

Maka yang mencintai Islam akan memiliki kecenderungan kepada Islam, kepada ukhuwah, kepada persatuan yang didalamnya dicita-citakan dan selalu ingin dipertahankan. Rasa cinta yang mereka punya akan Islam membuat hati mereka saling mencintai dalam ukhuwah yang terpaut dalam persatuan.

Bagi mereka yang sudah selesai dan memahami bahasan akidah, tak ada alasan tak bersaudara, sebab sama mencintai Allah. Bila kecintaan kepada Allah telah diletakkan diatas segala-galanya, maka siapapun yang mencintai Allah akan jadi saudara, terlepas kurang lebihnya.

Ukhuwah itu persaudaraan karena iman, kecintaan yang berasal dari sama-sama mencintai Allah. Kebersamaan dalam taat, pun berpisah di dalam jalan Allah, itu semua indah. Allah berfirman di dalam hadits Qudsi “Siapa diantara kalian yang saling mencintai sebab keagungan-Ku?”

Begitu kuat ulama dengan mengeluarkan statement Resolusi Jihad. Begitu kuatnya mereka terikat persatuan pada Islam, mengingatkan ummat untuk bersatu atas cinta dan iman dalam mengusir penjajah

Kecintaan Nabi Ibrahim a.s. terhadap negerinya, cinta yang diungkapkan dengan doa, agar negerinya selalu mendapat rahmat, kebaikan, dan ampunan dari Allah sebagai bentuk kecintaan kepada ruhnya yakni akidah yang beliau pegang teguh, mengalir kepada kita cucu-cucunya yang ingin memperbaiki negeri, bermimpi untuk kejayaan kebangkitan negeri ini

Bersatunya ummat Muslim di Turki yang menghasilkan Turki yang kembali berjaya, adalah satu bukti, bahwa dengan persatuan ummat Islam, bersatu akan cinta akan memperbaiki segalanya, karena inilah janji Allah SWT dalam Q.S. Muhammad : 3, bahwa sesungguhnya siapa menolong agama Allah, maka mereka akan ditolong oleh Allah dan diteguhkan kedudukannya serta dikokohkan kaki-kakinya.

Ini adalah suatu teladan bagi kita bangsa Indonesia bahwa dengan persatuan ummat Islam dapat membangkitkan negeri ini. Pekikan takbir yang disuarakan pemuda Indonesia Bung Tomo saat itu bukanlah hanya sekedar dongeng, atau cerita biasa, melainkan suatu bukti, bahwa jalinan persatuan ummat, atas cinta dalam akidah, dapat menggelorakan semangat kebangkitan, mengusir penjajah, meringkus keburukan, dan menghancurkan kedzoliman, untuk tetap dipertahankannya kemerdekaan.

Dengan bukti-bukti tersebut jelaslah bahwa tak dapat diragukan lagi, bahwa dengan persatuan ummat Islam adalah sebuah ide cerdas sebagai resolusi untuk kebangkitan Indonesia.

Berapa banyak kita diingatkan dengan kisah-kisah dalam Al-Quran, segala sesuatu menjadi begitu sulit, kita hanya perlu melakukan ketaatan untuk menjadikannya mudah. Berapa banyak negeri yang hancur karena tidak mengindahkan perintah Allah, dan berapa banyak negeri yang diberi nikmat oleh Allah karena ketaatan penduduknya.

Persatuan ummat Islam haruslah dimaknai sebagai upaya memperkokoh NKRI. Bersatunya ummat Islam adalah suatu modal yang luar biasa untuk kebangkitan Indonesia. Sinergi antara ulama dan ummat adalah modal penting untuk kebangkitan negeri ini. Apapun perbedaan pemahaman tentang agama di satukan dalam satu mimpi kejayaan. Persatuan umat yang didasari akan Al-Quran dan Hadits serta 4 pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI adalah pondasi yang sangat kuat untuk kembali membangun kebangkitan negeri ini.

Ukhuwah Islamiyah berupa cinta dalam akidah yang berkolaborasi dengan ukhuwah wathoniyah, akan kecintaan terhadap tanah air, memahami perbedaan agama, suku, ras maupun golongan merupakan senjata terampuh untuk mempersatukan perbedaan.

Disana letak rahasianya, kita hanya perlu memperkawinkan cinta dan iman untuk mewujudkan cita-cita kebangkitan negeri ini. Kecintaan terhadap agama merupakan kecintaan terhadap tuhannya.

Maka saat ummat Islam benar-benar mencintai tuhannya, maka janji Allah akan hadir, Allah akan menumbuhkan kecintaan kita terhadap sesama muslim, Allah akan merekatkan jalinan persatuan ukhuwah Islamiyah. Dan pada akhirnya saat ummat muslim bersatu, masjid di waktu subuh menjadi seperti siang di waktu jumat, dan suasana tersebut bertahan di setiap 5 waktu. Maka jangan menunggu lama, Allah akan menghadirkan janjinya kembali, saat seluruh penduduk suatu negeri menjalankan ketaatannya dengan ikhlas, maka Allah akan menurunkan hujan rahmat bagi negeri tersebut, menumbuhkan tanaman, dan menjadikan negeri tersebut menjadi negeri yang baik, serta penuh ampunan. Dan Indonesia kembali bangkit sebagai negara yang perkasa berkat persatuan dan jalinan cinta dalam akidah ummat Islam.

Islam yang memberi kekuatan dalam berjuang, Islam yang menjadikan Indonesia, maka bagi kita, persatuan ummat merupakan bentuk cinta terhadap negeri kita Indonesia dan mencintai Indonesia adalah mencintai ruhnya, yakni Islam.

Ya Rabb, saksikan kami saling mencinta sebab apa yang engkau turunkan, berupa agamamu yang benar, dan kokohkan kaki kami di atas jalan ini, sampai kami kembali. Persatukan kami, yang dengan itu dapat menjadikan negeri kami seperti apa yang selalu terlantun dalam doa pendahulu kami Nabi Ibrahim a.s. negeri yang baik, dan penuh dengan ampunanmu. Baldatun toyyibatun warobbun ghofur.
Think and Feel it!

NEXT⏩

0 komentar:

#JadiBisa dengan Traveloka Kini banyak orang yang menjadikan travelling sebagai hobinya, bahkan realita per hari ini travelling ...

Lebih Hemat dengan Cara yang Cermat


#JadiBisa dengan Traveloka

Kini banyak orang yang menjadikan travelling sebagai hobinya, bahkan realita per hari ini travelling telah menjadi gaya hidup untuk manusia zaman now. Dan salah satu hal yang paling urgent bagi mereka yang suka travelling  adalah akomodasi, yakni transportasi apa yang akan membantu mereka mengekspresikan hobi mereka tersebut, dan akan stay dimana setelah sampai di tempat tujuan.

Ada dari mereka yang memilih menggunakan bus, kereta api, pesawat, mobil pribadi, ataupun yang lainnya. Dan saat sampai di tempat tujuan, ada dari mereka yang memilih menginap di hotel, rumah singgah, rumah teman, ataupun tempat stay sementara lainnya.

Dengan cara apapun itu, tetap saja untuk mengekspresikan hobi tersebut, mereka menginginkan budget yang sehemat mungkin. Dan mendapatkan budget yang hemat tidak akan didapat kecuali dengan cara yang cermat.

Bagi mereka yang lebih memilih untuk menggunakan pesawat sebagai transportasi dan hotel sebagai tempat stay ketika telah sampai di tempat tujuan, mempertimbangkan budget adalah suatu hal yang sangat penting.

Pergeseran dari memesan tiket secara manual kepada tren booking online membuat segalanya menjadi mudah, namun tetap saja butuh kecermatan dalam memilah dan memilih harga yang tepat untuk terwujudnya hobi mereka tersebut dengan budget yang lebih hemat.

Umumnya, cara memesan tiket pesawat dan kamar hotel adalah dengan dilakukan secara terpisah, dimana kita harus memesan tiket pesawat terlebih dahulu, menentukan tanggal, tiket pulang, dan lain-lain, kemudian barulah memesan kamar hotel, menentukan tanggal kembali, dan lain-lain, sangat ribet.

Pertanyaannya, pernah nggak kita berpikir untuk bisa mendapatkan tiket pesawat dan hotel dalam satu paket sekaligus namun dengan harga yang hemat? Bisa nggak? Mungkin ada yang menjawab bisa atau bahkan menjawab itu nggak mungkin bisa.

Padahal, semua #JadiBisa dengan Traveloka.

Masa sih?

Sejak awal Mei 2017 Traveloka meluncurkan fitur baru yakni booking Pesawat + (plus) Hotel sekaligus, dengan fitur baru tersebut kita bisa memesan tiket pesawat dan kamar hotel secara bersamaan, sangat praktis bukan?

Tentunya selain praktis, kita bisa menyelesaikan pesanan dengan lebih cepat. Dan yang paling istimewa, dengan kita melakukan pemesanan melalui fitur pesawat + (plus) hotel, maka kita akan mendapatkan harga yang lebih hemat dibanding melakukan pemesanan keduanya secara terpisah, keren bukan?

Fitur pesawat + (plus) hotel ini dapat digunakan untuk melakukan pesanan ke beragam destinasi 
populer domestik maupun internasional. Dan begitu diakses sistem akan otomatis menampilkan kombinasi harga terbaik untuk tiket pesawat dan hotel di tempat destinasi travelling dengan tanggal yang telah kita ditentukan sendiri.

Ratusan pilihan paket hotel dan pesawat terbaik akan disuguhkan, dan hal yang istimewa lain dari fitur ini adalah, tetap fleksibel walau dibanderol dalam satu paket. Artinya kita tetap dapat mengubah pilihan maskapai dan jam terbang sesuai keinginan masing-masing, begitu juga pilihan hotelnya.

Perbedaan yang mendasar dari pemesanan melalui fitur pesawat + (plus) hotel dengan pemesanan terpisah adalah kita dapat menghemat budget hingga mencapai 40%, wow! Ternyata memang benar, fitur ini merupakan cara cermat untuk budget yang hemat.

Dengan menggunakan fitur pesawat + (plus) hotel ini, kita tak perlu lagi membuang-buang tenaga dan waktu untuk mencari, memilih, dan membandingkan tiket pesawat dan hotel, seperti disaat kita melakukan pemesanan secara terpisah. Dengan kesibukan kita di era digital saat ini, fitur pesawat + (plus) hotel tersebut dapat menjadi cara cermat untuk travelling kita.

Selain hemat, mudah, cepat, kombinasi pesawat dan hotel serta suguhan pilihan yang beragam, kita juga disediakan metode pembayaran yang beragam, tanpa mengurangi kenyamanan dalam bertransaksi.

Kita dapat memilih metode pembayaran yang bebas sesuai kebutuhan, seperti kartu kredit, transfer via ATM, SMS dan Internet Banking, Direct Debit, membayar melalui Minimarket terdekat, serta ada tawaran cicilan 0%, hebat bukan?

Perpaduan paket pesawat + (plus) hotel sekaligus adalah duet maut yang membuat travellingmu lebih hemat, praktis, asyik, dan menyenangkan. Karena sekaligus itu lebih bagus.

Bagaimana? masih nggak percaya dengan kehebatan fitur pesawat + (plus) hotel dari Traveloka? Kalau masih nggak  percaya, buktikan saja, gunakan fitur Traveloka ini pada kegiatan travelling-mu yang selanjutnya.

Hanya dengan klik tombol fitur pesawat + (plus) hotel melalui situs web versi website, mobile, juga aplikasi Traveloka maka semua akan #JadiBisa. Dengan menggunakan Traveloka maka kita akan mendapatkan cara yang cermat untuk lebih hemat.
Karena semua #JadiBisa dengan Traveloka.
šŸ˜Š
Think and Feel it!

NEXT⏩

0 komentar:

Bismillahirrohmanirrohiim.. Assalamualaykum wa rohmatullahi wa barokatuh.. Perlu diketahui, penulis telah melakukan perombakan dan p...

Bismillah ; Assalamualaikum ; Awal yang baru

Bismillahirrohmanirrohiim..
Assalamualaykum wa rohmatullahi wa barokatuh..

Perlu diketahui, penulis telah melakukan perombakan dan penyuntingan pada blog ini..
banyak alasan yang membuat penulis harus melakukan hal itu pada blog ini.

Seperti halnya pelukis yang hanya melukis saat dia mood ingin melukis, ingin mengungkapkan isi hatinya pada tulisan, sama seperti halnya aku, saat aku mulai alay dan gabut max, maka semuanya akan kumuntahkan dalam tulisan di blog ini.

Semuanya berisi suatu mufakat dari hasil diskusi antara hati dan logika :)

Think and Feel it!

NEXT⏩

0 komentar:

TULISAN INI BERHASIL MENDAPAT PENGHARGAAN BERUPA "NOMINASI 4 TULISAN TERBAIK" SERTA "JUARA VIRAL" DALAM BLOG...

Bukan Pahlawan Kesiangan, Juga Bukan Sok Jagoan



TULISAN INI BERHASIL MENDAPAT PENGHARGAAN BERUPA "NOMINASI 4 TULISAN TERBAIK" SERTA "JUARA VIRAL" DALAM BLOG COMPETITION LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN 2017


“Katakan Kebenaran Walapun itu pahit”
Mungkin perkataan tersebut sudah tak dapat kembali digunakan untuk menggerakkan seseorang agar berani untuk membela kebenaran. Banyak orang yang lebih memilih diam, karena mereka memegang teguh prinsip “Diam Itu Emas”. 

`Diam’, mereka anggap sebagai cara terampuh untuk menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan hal rumit atau menambah masalah. Pertanyaannya apakah selamanya dengan ‘diam’ masalah akan selesai? Tidak.

Sahabatku, tak selamanya diam itu emas. Justru diam akan menimbulkan masalah baru, karena apa? Karena diam berarti diam, tanpa bergerak tanpa memecahkan solusi. Jadi ‘diam’ bukanlah suatu pilihan untuk menyelesaikan masalah.

Lalu apa yang harus dilakukan?



Berbicaralah, angkat suara, dan selesaikan masalah dengan cara baik-baik. Kita butuh sebuah kejujuran, katakanlah walaupun pahit. Jika kita tidak bersalah mengapa tidak untuk berbicara? Jika semua diam, lalu siapa yang akan berbicara? Siapa lagi kalau bukan kita? Iya, beranilah bicara untuk perbaikan dan demi kebaikan. Utarakanlah apa yang harus diutarakan

Tidaklah disebut sebagai seorang pahlawan kesiangan ataupun sok jagoan ketika kita berusaha berbicara untuk menyelesaikan masalah, justru saat kita terus diam dalam sebuah masalah yang sedang melanda, kita bisa disebut sebagai seorang pengecut.

Ketika kita melihat seseorang melakukan sesuatu yang buruk, sesuatu perbuatan melawan hukum misalnya, dan kita hanya diam membiarkan itu terjadi, maka kita tidak berbeda dengan orang tersebut. Jika menjadi pahlawan dengan menampilkan kekuatan fisik dalam artian melawan pelaku kejahatan tersebut tidaklah efektif dan justru menimbulkan masalah baru, maka jadilah pahlawan yang berkontribusi secara nonfisik yakni pahlawan verbal atau lisan dengan mengungkap kejahatan kepada aparat hukum dan menjadi saksi atas hal tersebut. Kita bukan sok jagoan ataupun pahlawan kesiangan saat berani melakukan ‘aksi heroik’ tersebut, namun justru kita adalah “Pahlawan Sejati” saat kita berani mengatakan apa yang seharusnya dikatakan.

Tetapi ternyata tak semudah itu mengajak orang untuk menjadi “Pahlawan Sejati”, karena banyak hal yang membuat mereka takut untuk mengungkap sebuah kejahatan dan melaporkannya kepada pihak yang berwajib.
“Ah enggak ah, Aku takut”
“Kalo aku diapa-apain gimana?”
“Nanti keluargaku diancam dibunuh”
“Duh, aku harus gimana ya?”
 Dan banyak lagi alasan mengapa orang enggan melaporkan tindakan melawan hukum.

Padahal kita dilindungi oleh Negara, ingatlah dengan tujuan diselenggaranya Negara Republik Indonesia, yaitu sebagaimana dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea ke-4: “.....melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,.....”. kalimat “melindungi segenap bangsa Indonesia.....” tersebut, menunjukkan, bahwa negara turut bertanggung jawab dalam upaya mengangkat harkat dan martabat manusia yang merupakan perwujudan terhadap hak-hak asasi manusia. Jadi mengapa kita takut untuk mengatakan suatu kebenaran.



Seperti halnya korupsi. Korupsi bisa terjadi karena adanya orang-orang tertentu yang berusaha untuk memaksimalkan atau memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi salah satunya adalah untuk memperkaya diri. Namun, seseorang hanya bisa terlibat dalam kegiatan korupsi apabila keadaan sangat memungkinkan diantaranya adalah, karena tidak ada tindakan pencegahan, bisa jadi karena mereka para koruptor merasa tidak ada orang yang berani melaporkannya. Sehingga motivasi seseorang untuk melakukan tindakan korupsi bisa terjadi.

Sangat banyak kasus korupsi tersebut kadang-kadang tidak ditindak sehingga terus berkelanjutan. Mereka tidak berani menjadi pahlawan, karena lebih baik ‘diam’ menunggu KPK mengaudit. Alasan yang sering terjadi mengapa tindakan korupsi tersebut tidak dilaporkan diantaranya adalah karena:

1. Takut diintimidasi
Bukan rahasia apabila di Indonesia, masih banyak tindakan-tindakan intimidasi yang sering dilakukan oleh orang yang merasa lebih kuat atau lebih berkuasa untuk menekan atau mengancam orang-orang yang mengetahui tindakan tidak terpuji yang dilakukannya sehingga mereka menjadi enggan atau takut untuk melaporkan tindakan korupsi.

2. Takut didiskriminasi
Di tempat kerja, kebersamaan adalah segalanya. Apabila terjadi masalah atau gesekan dengan karyawan lainnya atau atasan, seringkali pekerja merasa tidak nyaman atau sulit berkonsentrasi saat bekerja. Dan ketika menjadi orang jujur di lingkungan kerja yang korup, kadangkala yang terjadi adalah kasus diskriminasi.
Orang yang berusaha jujur atau berusaha untuk melaporkan tindakan korupsi yang ada di lembaganya seringkali akan diintimidasi dan kemudian didiskriminasi atau dikucilkan dari pergaulan. Takut diskriminasi adalah salah satu penyebab mengapa banyak orang enggan untuk melaporkan tindakan korupsi yang ada di lingkungannya.



Selain itu, kadangkala ‘sang pahlawan’ merasa tidak sepenuhnya yakin bahwa pusat aduan akan merahasiakan data dirinya. Sehingga mereka tidak mau melapor karena takut ketahuan. Mungkin ada yang telah diancam oleh pelaku atau pihak tertentu, kemudian muncul pemikiran laporan akan lambat ditangani.

Ketika alasan klasik itu bermunculan, maka inilah jawabannya
Negara kita mempunyai LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)
Apasih LPSK itu?
Mari kita simak video berikut ini



Jadi, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) merupakan lembaga mandiri yaitu lembaga yang independent tanpa adanya campur tangan dari pihak manapun, lembaga yang berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia yang mempunyai perwakilan di daerah sesuai dengan keperluan. LPSK sendiri bertugas dan berwenang memberikan perlindungan hak-hak lain kepada saksi dan/atau korban sebagaiamana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban, dimana LPSK ditujukan untuk memperjuangkan diakomodasinya hak-hak saksi dan korban dalam proses peradilan pidana.

Apa dasar hukumnya?

Pasal 1 angka 6 Undang-undang No 13 Tahun 2006 menyebutkan bahwa “Perlindungan adalah segala upaya pemenuhan hak dan pemberian bantuan untuk memberikan rasa aman kepada saksi dan/atau korban yang wajib dilaksanakan oleh LPSK atau lembaga lainnya sesuai dengan ketentuan Undang-undang ini”.




LPSK tidak hanya melindungi, melainkan setiap ‘Pahlawan’ yang melaporkan tindak pelanggaran melawan hukum, dalam hal ini sebagai saksi bila mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK, maka LPSK siap melindungi anda termasuk melindungi harta dan keluarga saksi pelapor, tanpa pungutan biaya. Dengan melalui prosedur-prosedur yang telah ditetapkan dengan tanpa rumit LPSK siap melindungi kita dan memberi fasilitas untuk keamanan kita jika kita merasa terancam.

Bahkan LPSK sudah banyak menangani kasus dan memberkan rasa aman terhadap saksi dan korban. Di tahun 2016 sendiri sudah 836 kasus yang diterima dari 1720 pemohon. Luar biasa.
Bagaimana? Masih ragu untuk disebut “Pahlawan Sejati”?

Jangan pernah terbesit di dalam hati, takut disebut pahlawan kesiangan, atau disebut sok jagoan. Karena berani mengungkap kebenaran dialah pahlawan sejati. Pahlawan sejati selalu timbul dari tempat yang tak menyenangkan, menyedihkan, kepedihan dan masalah. Pahlawan sejati terkadang juga tak dianggap, namun ketika kita berdiam diri dan acuh tak acuh dengan keburukan yang sedang terjadi maka sekali lagi saya katakan bahwa itulah yang disebut ‘pengecut’.




Jadi diam bukanlah pilihan, saat kita melihat suatu perbuatan yang tak pantas untuk dibiarkan terlebih hal itu melanggar hukum, dan kita takut dan ragu untuk mengungkapnya, jangan takut, LPSK melindungi. 


Think and Feel it!


Referensi: 

(Politik Hukum Pidana Perlindungan Korban Kejahatan Ekomomi di Bidang Perbankan Dalam Perspektif Bank Sebagai Pelaku (Offender) Prof. Dr. M. Arief Amrullah, S.H., M.Hum.) 
http://forumkpadkebumen.blogspot.co.id/2013/11/mengapa-orang-enggan-melaporkan-tindak.html
http://annekasaldianmardhiah.blogspot.co.id/2013/07/pentingnya-lembaga-perlindungan-saksi.html
http://arjiefuentesm.blogspot.co.id/2016/12/alasan-utama-mengapa-orang-enggan.html
http://news.analisadaily.com/read/anak-korban-kekerasan-cenderung-takut-melapor/251765/2016/07/23
https://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_Perlindungan_Saksi_dan_Korban
https://www.youtube.com/watch?v=vSMrbjOMWJA
https://www.lpsk.go.id

NEXT⏩

0 komentar:

loading...